logo


Kim Jong-un Minta Sanksi Internasional Dicabut sebelum Lanjutkan Pembahasan Denuklirisasi dengan AS

Korea Selatan mengatakan bahwa Korea Utara bersedia melanjutkan pembahasan dengan AS mengenai denuklirisasi jika sanksi internasional yang selama ini menjerat perekonomiannya sudah dicabut

3 Agustus 2021 17:00 WIB

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un istimewa

SEOUL, JITUNEWS.COM - Sejumlah pejabat pemerintah Korea Selatan, pada Selasa (3/8) mengatakan bahwa Korea Utara ingin agar sejumlah sanksi internasional yang selama ini menjerat mereka untuk dicabut terlebih dahulu sebelum mereka bersedia melanjutkan kembali pembicaraan dengan Amerika Serikat soal denuklirisasi.

Dilansir dari Reuters, Para pejabat tersebut mengatakan demikian usai menerima laporan dari agen intelijen Korea Selatan.

Seperti diketahui, Seoul dan Pyongyang pada pekan lalu sepakat untuk kembali membangun komunikasi lintas perbatasan yang sejak tahun lalu terhenti.


Filipina Perketat Lockdown, Aturan Jam Malam di Manila Diperpanjang

Para legislator Korea Selatan mengatakan jika pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sejak April lalu telah setuju untuk membangun kembali kepercayaan dan meningkatkan hubungan diplomatik kedua negara. Kim juga telah meminta agar kantor komunikasi kedua negara di perbatasan untuk kembali dibangun setelah dihancurkan pada tahun lalu.

Seoul juga mengatakan bahwa Korea Utara saat ini sedang membutuhkan sekitar 1 juta ton beras, karena ekonominya terpukul oleh pandemi virus corona dan bencana alam yang terjadi pada akhir tahun 2020 lalu.

Pada pekan lalu, Bank sentral Korea Selatan mengatakan bahwa ekonomi Korea Utara mengalami kontraksi terbesar dalam 23 tahun pada 2020 karena terpukul oleh sanksi PBB, pemberlakuan kebijakan lockdown COVID-19, dan kegagalan panen akibat cuaca buruk.

Belarusia Pulangkan Paksa Atletnya dari Olimpiade, AS: Tak Dapat Ditoleransi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia