logo


Filipina Perketat Lockdown, Aturan Jam Malam di Manila Diperpanjang

Otoritas Filipina terpaksa memperketat aturan lockdown dan memperpanjang jam malam untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus infeksi Covid-19

3 Agustus 2021 15:45 WIB

Salah satu sudut kota Manila selama diberlakukannya kebijakan lockdown
Salah satu sudut kota Manila selama diberlakukannya kebijakan lockdown RT.com

MANILA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Filipina telah memutuskan untuk memperpanjang durasi aturan jam malam di wilayah ibukota, Manila, untuk menekan laju penyebaran wabah Covid-19. Selain itu, otoritas juga akan memberlakukan kebijakan lockdown secara lebih ketat.

Benjamin Abalos, salah satu pejabat pemerintahan daerah Manila, pada Senin (2/8) mengatakan bahwa aturan jam malam yang sebelumnya dimulai pada pukul sepuluh malam akan diberlakukan dua jam lebih cepat, yakni pada pukul 8 malam. Aturan tersebut efektif diberlakukan mulai tanggal 6 Agustus mendatang.

Ia mengklaim jika aturan jam malam tersebut dapat menurunkan resiko penyebaran Covid-19 dan tingkat okupansi ruang perawatan rumah sakit.


Kena Prank Sumbangan Rp2 T, Denny Siregar: Gue Salah karena Terlalu Percaya

"Yang penting adalah rumah sakit-rumah sakit kita tidak penuh," katanya, dikutip RT.com.

Selain itu, pemerintah Filipina juga akan mengerahkan lebih banyak personil kepolisian guna memperketat pengawasan aturan pembatasan. Mulai tanggal 6 Agustus mendatang, semua warga Manila diwajibkan untuk tetap berada di dalam rumah agar tidak terjadi kerumunan di ruang publik. Otoritas juga menutup semua rumah makan atau restoran yang ada di kota tersebut.

Aturan lockdown diberlakukan usai kelompok peneliti OCTA memperkirakan angka penambahan kasus infeksi Covid-19 harian di Manila bisa mencapai lebih dari 3 ribu kasus per hari pada pertengahan Agustus mendatang.

OCTA juga memperingatkan bahwa BOR (Bed Occupancy Ratio) atau tingkat pemanfaatan ruang perawatan rumah sakit dalam beberapa pekan terakhir sudah menyentuh angka 70 persen.

Netanyahu Minta Israel Tak Terlalu Terbuka kepada Amerika Serikat, Kenapa?

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia