logo


Netanyahu Minta Israel Tak Terlalu Terbuka kepada Amerika Serikat, Kenapa?

Mantan perdana menteri Israel menilai sikap pemerintah Israel yang terlalu terbuka dalam memberitahu semua informasi terkait rencana kebijakan kepada AS dapat membuat operasi intelijen rahasia mereka gagal

3 Agustus 2021 15:00 WIB

Mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
Mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu istimewa

TEL AVIV, JITUNEWS.COM - Mantan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menilai sikap pemerintah Israel yang terlalu terbuka dalam menyampaikan semua rencana kebijakannya kepada pemerintah Amerika Serikat, dapat menggagalkan serangan Israel terhadap Iran.

Menurutnya, sikap Israel yang ia sebut sebagai "no surprises policy" tersebut sangat rentan terendus oleh media.

"Informasi yang dikirim ke AS dapat dibocorkan oleh media besar dan itu akan membuat semua operasi mengalami kegagalan," kata Netanyahu, dikutip The Times of Israel.


AS dan Inggris Tuduh Iran Pelaku Serangan Kapal Tanker Israel, Teheran Minta Bukti

"Oleh karena itu dalam satu dekade terakhir saya menolak permintaan presiden AS agar kita selalu memberi tahu (rencana) aksi kita," tambahnya.

Pernyataan tersebut ia lontarkan usai sejumlah pejabat tinggi AS dan Israel menggelar pembahasan mengenai isu keamanan regional, dimana salah satu hal yang dibahas adalah soal insiden serangan yang dialami oleh kapal tanker Israel, Mercer Street. Pemerintah Israel langsung menuduh Iran sebagai pelaku serangan, dimana sejumlah negara barat juga menaruh kecurigaan yang sama. Sedangkan Iran sendiri sudah membantah tuduhan tersebut.

Sementara itu, pemerintah Israel, khususnya saat Netanyahu masih menjabat sebagai perdana menteri, sudah berulang kali membunyikan tanda peringatan jika Iran terus berupaya mengembangkan senjata nuklir. Hal itu membuat Israel dicurigai sebagai pelaku pembunuhan peneliti nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh, dan insiden sabotase pada fasilitas nuklir milik Iran.

Situasi Semakin Memanas, Jerman Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia