logo


Kedubes AS Minta Pemimpin Taliban Diadili atas Pembantaian Warga Sipil di Perbatasan Afghanistan-Pakistan

Kedutaan Besar AS mengatakan bahwa puluhan warga sipil yang tinggal di wilayah Spin Boldak dibantai oleh Taliban

2 Agustus 2021 21:21 WIB

Pejuang Taliban
Pejuang Taliban Sputniknews

KABUL, JITUNEWS.COM - Kantor Kedutaan Besar AS di Afghanistan mengatakan bahwa para pemimpin kelompok Taliban harus diadili karena diduga telah melakukan pelanggaran HAM di Spin Boldak, jalur penyeberangan Afghanistan-Pakistan.

"Di Spin Boldak, Kandahar, Taliban telah membantai puluhan warga sipil. Dimana aksi pembunuhan ini secara konstitusi termasuk tindak kejahatan perang; mereka harus diinvestigasi dan para pejuang Taliban atau para komandan harus ditangkap untuk diadili," kata Kedutaan Besar AS dalam cuitan Twitternya.

"Jika kalian tidak bisa mengendalikan para pejuang (Taliban) saat ini, kalian tidak bisa berada di dalam pemerintahan (Afghanistan) di masa depan," tambahnya.


Dapat Tender Pengadaan Vaksin untuk Uni Eropa, Pfizer dan Moderna Naikkan Harga Vaksin Covid-19 Buatannya

Pada pekan lalu, Komisi HAM Afghanistan menyatakan bahwa Taliban sudah membantai warga sipil yang tinggal di wilayah Spin Boldak, yang mereka curigai sebagai pendukung pemerintah Afghanistan.

Para pejuang Taliban dikabarkan telah melarikan diri ke wilayah Pakistan usai pasukan pemerintah Afghanistan mengambil alih wilayah tersebut. Beberapa hari berikutnya, seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan bahwa lebih dari seratus warga yang tinggal di kota tersebut tewas saat Taliban mengambil alih kotanya.

"Meski para pemimpin Taliban sudah menyatakan bahwa mereka tidak membahayakan warga sipil atau merusak fasilitas...(namun) kelompok tersebut dalam prakteknya tidak berkomitmen terhadap prinsip HAM internasional dan hukum kemanusiaan," kata Komisi tersebut.

Ogah Dipulangkan ke Negaranya, Atlet Olimpiade asal Belarus ini Dapat Perlindungan dari Polandia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia