logo


Sibuk Jadi Alasan Jaksa Belum Eksekusi Pinangki, MAKI: Tidak Logis, Sampai Tahun Depan Juga Banyak Kerjaan!

Boyamin mengatakan bahwa Pinangki harusnya sudah dieksekusi di lapas sejak tiga pekan yang lalu

2 Agustus 2021 05:00 WIB

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman.
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman mengaku heran dengan alasan jaksa yang menyebut sedang banyak urusan sehingga terpidana kasus korupsi Pinangki Sirna Malasari belum dieksekusi ke lapas. Menurutnya, alasan tersebut tidak logis dan terkesan dibuat-buat.

"Nah jadi alasan, istilahnya itu banyak kerjaan, ya memang tugasnya Kejaksaan memang bekerja dan termasuk melakukan eksekusi. Jadi ini alasan yang tidak logis dan alasan yang sekadar dicari-cari alasan saja kalau banyak kerjaan sampai tahun depan juga masih banyak pekerjaan dan tidak akan ada eksekusi," kata Boyamin Saiman sepert dilansir detikcom, Senin (2/8/2021).

Boyamin mengatakan bahwa Pinangki harusnya sudah dieksekusi di lapas sejak tiga pekan yang lalu. Pasalnya, perkara Pinangki sudah inkrah pada 6 Juli 2021.


Kaget Pinangki Belum Dieksekusi di Lapas, MAKI: Ini Diskriminasi atas Napi Wanita Lainnya!

"Berdasarkan berita di detikcom itu kan telah inkrah tanggal 6 Juli 2021, sehingga kalau dihitung sampai hari ini, atau kemarin lah hari Sabtu, itu sudah 3 minggu lebih bahkan hampir mendekati 4 minggu. Jadi kalau mestinya itu di minggu pertama tanggal 7 sampai tanggal sekitar tanggal 12 itu mestinya ya sudah dilakukan eksekusi minggu pertama itu," ujarnya.

Ia pun mendesak agar kejaksaan segera mengeksekusi Pinangki ke lapas wanita. Menurutnya, hal tersebut harus dilakukan sebagai bentuk keadilan hukum.

"Jadi saya berharaplah minggu depan ini mohon, sekali lagi saya mohon, memohon-memohon dengan sungguh-sungguh untuk dilakukan eksekusi segera dipindah ke Lapas wanita, di mana pun terserahlah tidak harus Pondok Bambu, Suka Miskin ada, Tangerang ada, jadi pondok-pondok Lapas wanita itu banyak kok, tidak hanya Pondok Bambu," ucap Boyamin.

"Nah untuk itu saya mohon untuk segera dilakukan eksekusi dipindahkan ke Lapas karena ini supaya menjadi suatu keadilan bagi penegakan hukum karena bahkan sebelum inkrah pun ada beberapa yang dipindah ke Lapas itu juga ada meskipun sebenarnya titipan," pungkasnya.

Pinangki Belum Dieksekusi di Lapas, Kajari Alasan Ada Urusan Teknis

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati