logo


Effendi Simbolon Sebut Jokowi Tak Patuh Konstitusi, Ferdinand: Salah Landasan Berpikir

Ferdinand menilai Presiden Jokowi tetap melaksanakan konstitusi dan membuat kebijakan yang berimbang dengan segala kajian.

1 Agustus 2021 18:18 WIB

Indonesia Inside

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean menanggapi sikap politisi PDIP Effendi Simbolon yang menyalahkan Presiden Joko Widodo soal penanganan pandemi Covid-19. Menurut Ferdinand, tudingan pemerintahan Jokowi tidak mematuhi konstitusi adalah opini yang tidak memiliki landasan.

“Menuduh pemerintah tidak patuh Konstitusi dan menyatakan Indonesia menuju Jebakan Pandemi adalah pendapat tak berdasar,” cuitnya di akun Twitter @FerdinandHaean3, dikutip Minggu (1/8).

Ferdinand menilai Presiden Jokowi sejauh ini tetap melaksanakan konstitusi dan membuat kebijakan yang berimbang dengan segala kajian ekonomis, politis, sosial. Sehingga negara tidak terganggu dan tetap stabil meski di tengah situasi Covid-19.


Tak Dapat Diandalkan di Masa Pandemi, Presiden Jokowi Disarankan Mundur

Mantan kader Partai Demokrat itu menyebut kritik Efendi Simbolon lebih pantas disebut tuduhan yang salah landasan berpikir. “Hal yang wajar meski tak patut,” tutur Ferdinand.

“Yang rakyat harus paham bahwa kebijakan @jokowi justru berdasar Konstitusi dan menjalankan UU dengan kebijakan yang berimbang bagi rakyat dan negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, politisi PDIP Effendi Simbolon berpendapat, masuknya Indonesia ke jalur jebakan pandemi Covid-19 lantaran Jokowi tidak menerapkan lockdown sejak awal. Padahal, Indonesia sudah punya dasar untuk melakukan lockdown, yakni UU Kekarantinaan Kesehatan.

"Pemerintah sejak awal tidak menggunakan rujukan sesuai UU Karantina itu di mana kita harusnya masuk ke fase lockdown. Tapi kita menggunakan terminologi PSBB sampai PPKM. Mungkin di awal mempertimbangkan dari sisi ketersediaan dukungan dana dan juga masalah ekonomi. Pada akhirnya yang terjadi kan lebih mahal ongkosnya sebenarnya, PSBB itu juga Rp 1.000 triliun lebih ya di tahun 2020 itu,” ujar Effendi.

"Presiden tidak patuh konstitusi,” cetusnya.

Ruhut Sitompul: Indonesia Gak Mungkin Krisis Rasial Selama Jokowi Jadi Presiden

Halaman: 
Penulis : Iskandar