logo


Soal Pungli Bansos, Politikus Golkar Sebut Adanya Kebiasaan Bentuk Ucapan Terima Kasih

Ace menyebut bahwa bansos merupakan rezeki yang diterima seseorang tanpa proses.

31 Juli 2021 18:15 WIB

Politisi Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily
Politisi Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, mengatakan bahwa pungutan liar (pungli) karena adanya kebiasaan dalam masyarakat sebagai ucapan terima kasih.

"Budaya atau kebiasaan yang kerap kali muncul dalam masyarakat kita sebagai bentuk ucapan terima kasih itu mereka memberikan sesuatu. Tentu si oknum ini akan bilang kalau Anda tidak berbagi, maka (bansos) akan saya cabut," kata Ace dalam sebuah webinar 'Polemik Pungli Bansos', Sabtu (31/7).

Ace menyebut bahwa bansos merupakan rezeki yang diterima seseorang tanpa proses. Hal itu bisa menimbulkan kecemburuan.


Minta Kabaintelkam Polri Paulus Waterpauw Jadi Bacalon Wagub Papua, Golkar: Sesuai Aspirasi Masyarakat

"Kita tahu anggapan bahwa seseorang mendapat bansos seperti mendapat rezeki tanpa proses. Oknum akan minta bagian karena merasa punya otoritas atau kewenangan untuk mencopot bansos itu," katanya.

Menurutnya, bansos lebih baik diberikan dengan cara transfer untuk mengurangi potensi penyelewengan.

"Idealnya menurut saya memang semua proses bansos itu cash ditransfer untuk mengurangi potensi penyelewengan," kata Ace.

Oknum TNI AU Injak Kepala Warga Papua, Golkar: Situasi di Sana Sangat Sensitif

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata