logo


Dubes RI untuk Rusia Optimis Vaksin Sputnik V Dapat Digunakan di Indonesia

Jose Tavares mengatakan bahwa saat ini pemerintah Indonesia sudah melakukan sejumlah pembahasan dengan pemerintah Rusia terkait pengadaan vaksin Sputnik V

31 Juli 2021 09:45 WIB

Vaksin Sputnik V buatan Rusia
Vaksin Sputnik V buatan Rusia istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Jose Tavares, mengatakan bahwa dirinya optimis jika vaksin Covid-19 buatan Rusia, Sputnik V, akan mendapatkan ijin penggunaan darurat di Indonesia.

Hal itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan Sputniknews.

Sejak Januari lalu, Indonesia sudah melakukan pembicaraan dengan Rusia terkait pembelian vaksin Sputnik V. Dalam sebuah pertemuan dengan Menlu Retno Marsudi, yang digelar pada bulan Juli ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa Rusia siap untuk membahas mengenai suplai dan produksi vaksin Covid-19 tersebut dengan pemerintah Indonesia.


Dapat Visa Khusus, 200 Orang Pengungsi Afghanistan Tiba di AS

"Terkait pasokan vaksin Sputnik V ke Indonesia, Badan Pengawas Obat Indonesia (BPOM) saat ini tengah dalam proses mengeluarkan ijin penggunaan darurat, dan saya cukup optimis jika Spuntik V dapat digunakan di Indonesia," kata diplomat tersebut, saat ditanya apakah Indonesia tertarik untuk mendapatkan pasokan vaksin Covid-19 dari Rusia.

Sputnik V saat ini sudah digunakan di 67 negara, dan diklaim memiliki tingkat efektivitas diatas 91% dalam mencegah infeksi Covid-19 oleh jurnal medis The Lancet.

Tavares juga membenarkan bahwa delegasi BPOM sudah berkunjung ke Rusia pada awal Juli 2021 ini dan sudah menjalin kontak dengan sejumlah institusi terkait vaksin Sputnik V.

“Diskusi itu juga mencakup pembahasan kemungkinan kerja sama produksi vaksin di masa depan dan kerjasama secara umum antara industri farmasi kedua negara,” katanya.

Tavares mencatat bahwa kerjasama antara Indonesia dan Rusia di bidang industri farmasi telah menjadi agenda kedua negara dalam berbagai pertemuan.

"Kunjungan Menlu Sergey Lavrov ke Indonesia baru-baru ini antara lain menegaskan kembali pentingnya kerja sama tersebut. Padahal, pembahasan mengenai suplai dan produksi bersama vaksin sudah dimulai sebelum pertemuan kedua Menlu," katanya.

UNICEF Bilang Lebih dari 100.000 Anak di Tigray Terancam Alami Malnutrisi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia