logo


UNICEF Bilang Lebih dari 100.000 Anak di Tigray Terancam Alami Malnutrisi

Juru bicara UNICEF mengatakan bahwa ratusan ribu anak-anak yang tinggal di wilayah TIgray beresiko mengalami malnutrisi yang sangat buruk dalam waktu 12 bulan ke depan

30 Juli 2021 21:18 WIB

Jutaan warga Tigray di Ethiopia terancam wabah kelaparan
Jutaan warga Tigray di Ethiopia terancam wabah kelaparan Al Jazeera

JENEWA, JITUNEWS.COM - Lembaga Perlindungan Anak PBB, UNICEF, pada Jumat (30/7) mengatakan bahwa lebih dari seratus ribu anak-anak yang tinggal di wilayah Tigray, Ethiopia, terancam mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi dalam waktu 12 bulan ke depan.

Juru bicara UNICEF Marixie Mercado mengatakan bahwa malnutrisi juga dialami oleh sekitar 50 persen ibu menyusui yang berada di wilayah Tigray.

"Ketakutan terburuk kami mengenai kesehatan dan kesejahteraan anak...sudah terkonfirmasi," ujarnya dalam sebuah briefing di Jenewa, dikutip Reuters.


Banyak Warga Langgar Prokes, Pasukan Militer Dikerahkan Awasi Pemberlakuan Lockdown di Sydney

Sebelumnya, sejumlah lembaga penyalur bantuan juga mengatakan bahwa mereka sudah hampir kehabisan cara untuk menangani 4 ribu kasus malnutrisi anak setiap bulannya di kawasan tersebut.

PBB sendiri juga sudah mengatakan bahwa sekitar 400 ribu penduduk yang tinggal di Tigray terancam wabah kelaparan, dan lebih dari 90 persen populasi memerlukan bantuan pangan. PBB mengatakan bahwa setiap harinya Tigray memerlukan 100 truk pengangkut bantuan pangan untuk mencegah terjadinya wabah kelaparan. Sedangkan pada bulan lalu, baru 50 truk saja yang sudah berhasil mengangkut bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (29/7), pemerintah Ethiopia menuding pasukan separatis Tigray (TPLF) selama ini telah memblokir dan merebut aliran bantuan kemanusiaan untuk para penduduk.

Sementara itu, meski belum mengeluarkan pernyataan untuk menanggapi tudingan tersebut, TPLF sebelumnya sudah mengatakan bahwa mereka akan menyambut baik pendistribusian bantuan keamanan bagi warga Tigray.

 

Dapat Visa Khusus, 200 Orang Pengungsi Afghanistan Tiba di AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia