logo


Banyak Warga Langgar Prokes, Pasukan Militer Dikerahkan Awasi Pemberlakuan Lockdown di Sydney

Otoritas negara bagian New South Wales akan menerjunkan personil militer untuk membantu pihak kepolisian dalam mengawasi pemberlakuan aturan lockdown di Sydney

30 Juli 2021 20:45 WIB

Gedung Opera House di Syney
Gedung Opera House di Syney RT.com

SYDNEY, JITUNEWS.COM - Kepolisian negara bagian New South Wales, Australia, pada Jumat (30/7) mengatakan bahwa pasukan militer akan diterjunkan untuk membantu pengawasan aktivitas warga Sydney selama diberlakukannya aturan lockdown.

Seperti diketahui, kasus infeksi Covid-19 harian di kota terbesar Australia tersebut masih terus mengalami peningkatan meski pemerintah setempat sudah memberlakukan kebijakan lockdown sejak Juni lalu.

Hal tersebut memaksa otoritas negara bagian untuk memperpanjang dan memperketat aturan lockdown, terlebih bagi wilayah pemukiman yang memiliki tingkat penyebaran Covid-19 tinggi. Otoritas juga menggenjot upaya pelacakan kontak dengan meningkatkan tes Covid-19.


Laporan Badan Kesehatan AS Bilang Varian Covid-19 Delta Mudah Menyebar seperti Cacar Air

Sejak Senin awal pekan depan, sekitar 300 personil militer akan ditugaskan untuk membantu pihak kepolisian untuk mengawasi jalannya pemberlakuan aturan lockdown. Para petugas keamanan tersebut juga akan melakukan pengawasan secara door to door untuk memastikan semua warga yang terinfeksi Covid-19 tetap melakukan isolasi mandiri dan tidak meninggalkan rumah.

Komisioner Kepolisian Negara Bagian New South Wales, Mick Fuller, mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan ribuan keluhan dari masyarakat terkait banyaknya warga yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

"Peningkatan tertinggi jumlah keluhan terjadi pada pekan lalu," ujarnya.

Ia menambahkan, selama menjalankan misi tersebut, personil militer tidak akan dipersenjatai dan akan berada di bawah komando petugas kepolisian.

 

Dituduh Bantu Taliban, PM Pakistan: Omong Kosong

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia