logo


Soal Plasma Konvalesen Jadi Ajang Bisnis, Melki Laka Lena: Aparat Harus Bertindak

Baginya, bisnis Plasma Konvalesen diharamkan.

30 Juli 2021 14:45 WIB

Plasma darah
Plasma darah indozone.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Komisi IX DPR RI memberikan perhatian serius terkait sejumlah laporan penipuan hingga bisnis donor plasma darah konvalesen atau metode terapi pengobatan Covid-19 melalui donor darah dari penyintas ke penderita.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melkiades Laka Lena berharap ada penindakan segera dari aparat penegak hukum atas kasus tersebut.

Baginya, bisnis Plasma Konvalesen diharamkan. “Aparat diminta bertindak, ini (plasma konvalesen) tidak boleh sampai dibisniskan, apalagi sampai penipuan, haram ini," ujar Melki, Jumat (30/7/2021).


Minta Pasien Covid-19 Segera Diberi Plasma Konvalesen, Menko PMK: Jangan Tunggu Kritis

Ditegaskan Melki, donor plasma konvalesen adalah gerakan sosial untuk misi kemanusiaan dalam membantu penyembuhan pasien Covid-19.

“Plasma konvalesen kan bersifat sosial, itu adalah sebagai sesama manusia saling bantu dan tolong-menolong, aspek kemanusiaan lah," tegasnya.

Kalaupun ada ucapan terima kasih dari penerima donor, lanjut legislator Partai Golkar ini, hal tersebut bukan kemudian menjadi alasan dibisniskan dengan nominal tertentu.

"Tidak ada urusan apapun untuk urusan plasma konvalesen itu, apabila nanti ada terima kasihnya itu bukan sebagai imbalan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Kualitas PMI Pusat, Robby Nur Aditya mengatakan langkah itu diambil sebelum pihaknya menentukan akan dibawa ke jalur hukum atau tidak.

Sampai saat ini, pihaknya baru menerima informasi bahwa motif oknum penjual plasma konvelasen itu untuk biaya transportasi.

“Kita mau telusuri dulu motifnya apa investigasinya. Alasannya katanya transport untuk tambahan apa gitu, saya juga kasihan. Enggak tahu bener apa enggak perlu ditelusuri dulu. Harapannya bisa diselesaikan dengan kekeluargaan," kata Robby, Kamis (29/7).

Robby mengatakan donor plasma konvalesen memang rawan untuk dijadikan bisnis atau modus penipuan. Sebab, banyak pasien Covid-19 yang membutukan donor tersebut.

Ia pun mengimbau agar pasien yang membutuhkan donor plasma konvalesen melalui mekanisme yang benar dan legal. Ia menyebut, pasien yang dirawat di RS biasanya akan langsung direkomendasikan oleh dokter.

Robby mengatakan dokter akan mengirim surat permintaan ke PMI. Pasien hanya dimintai data nama, usia, jenis kelamin dan golongan darah.

"Pada prinsipnya harus ada permintaan dari dokter dulu. Intinya dari dokter yang merawat karena sekarang banyak keluarga pasien itu yang mencari donor sendiri tanpa ada surat permintaan. Nah, ini jadi lahan untuk para oknum," ucap dia.

Dia juga mengingatkan kepada penyintas untuk tidak menjadikan plasma konvalesen sebagai ladang bisnis. Robby menyarankan pendonor untuk datang langsung ke PMI agar mekanisme pendonorannya jelas.

“Kita mengharapkan donor penyintas mau secara sukarela ke PMI untuk menyumbangkan," pungkasnya.

Tak Terapkan Lockdown, Jokowi Sebut Semi-Lockdown Masyarakat Sudah Menjerit

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar