logo


Tak Terapkan Lockdown, Jokowi Sebut Semi-Lockdown Masyarakat Sudah Menjerit

Jokowi mengatakan dalam penanganan Covid-19 tetap mempertimbangkan aspek kesehatan dan ekonomi

30 Juli 2021 12:30 WIB

Joko Widodo
Joko Widodo Instagram @jokowi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menjelaskan alasan memilih menerapkan PPKM darurat dibanding lockdown. Jokowi mengatakan bahwa tidak ada yang bisa memprediksi kapan pandemi Covid-19 berakhir.

"Oleh sebab itu, Bapak-Ibu semuanya harus bekerja lebih keras lagi, tahan banting. Keadaan ini, kita. Saya ngomong apa adanya, bukan menakut-nakuti, tetapi kasus virus Corona ini akan selesai kapan? WHO pun belum bisa memprediksi," kata Jokowi dalam acara pemberian Banpres Produktif Usaha Mikro 2021 di halaman Istana Merdeka seperti disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (30/7).

Jokowi mengatakan dalam penanganan Covid-19 tetap mempertimbangkan aspek kesehatan dan ekonomi. Jokowi menyebut Indonesia tidak bisa menerapkan lockdown seperti negara lain.


Bersyukur Tingkat BOR di RS DKI Turun 64 Persen, Wagub: Berbagai Fasilitas Kami Tingkatkan

"Sekali lagi kita ini selalu yang kita jalanan sisi kesehatannya bisa kita tangani, tetapi sisi ekonominya juga pelan-pelan harus kita jalankan, nggak bisa kita tutup seperti negara lain, lockdown. Lockdown itu artinya ditutup total," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa semi lockdown sudah berdampak signifikan terhadap masyarakat. Jokowi menyebut lockdown tidak bisa menjamin masalah akan selesai.

"Kemarin yang namanya PPKM darurat itu kan namanya semi-lockdown. Itu masih semi saja sudah, saya masuk ke kampung, saya masuk ke daerah, semuanya menjerit, minta untuk dibuka. Saya rasa Bapak-Ibu juga sama, mengalami yang sama," ujar Jokowi.

"Kalau lockdown, kita bisa bayangkan dan itu belum juga bisa menjamin dengan lockdown itu permasalahan menjadi selesai," imbuh Jokowi.

Gibran: Kita Bantu Semua Anak yang Ditinggal Orang Tua Karena Covid

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata