logo


Menko PMK Minta Pelaksanaan Vaksinasi di Stasiun Kereta Semakin Diintensifkan

Menko PMK meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh PT KAI dan PT KCI di Stasiun Jakarta Kota

29 Juli 2021 21:02 WIB

Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 di Stasiun Jakarta Kota, Kamis (29/7)
Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 di Stasiun Jakarta Kota, Kamis (29/7) Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/7).

Dalam kesempatan itu, Menko Muhadjir didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Direktur Utama PT KAI Didiek Haryanto dan jajaran PT KAI dan PT KCI.

Muhadjir mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh PT KAI .


Indonesia Ditakdirkan Siap Hadapi Bencana, Menko PMK: Jadikan Informasi BMKG Dasar untuk Ambil Kebijakan

"Vaksinasi yang dilakukan di tempat dengan mobilitas tinggi seperti di stasiun adalah keputusan yang tepat," kata Muhadjir dalam siaran pers yang diterima oleh redaksi Jitunews, Kamis (29/7).

Sebanyak 900 vaksin dosis pertama disiapkan, yang dilakukan di empat Stasiun KRL yaitu Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Rangkasbitung, Stasiun Duri dan Stasiun Angke.

Kegiatan vaksinasi di empat stasiun KRL tersebut di mulai sejak Minggu (25/7) lalu. Setiap harinya, sekitar 200 sampai 300 vaksin dosis pertama akan diberikan kepada para penumpang maupun masyarakat yang ada di sekitar stasiun. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti vaksin di empat stasiun tersebut, dapat mendaftar melalui website vaksinasi.krl.co.id dan juga bisa secara on the spot di lokasi.

Menko PMK menilai langkah PT KAI melayani vaksinasi itu akan menambah kenyamanan para pelanggan kereta api yang secara rutin menggunakan jasa kereta api untuk kepentingan sehari-hari dan untuk bekerja.

"Kemudian juga keamanan mereka yang berkendara dengan kereta api. Itu aman untuk dirinya, dan juga untuk yang lain yang mungkin belum mendapatkan kesempatan untuk divaksin," ujar Muhadjir.

Menko Muhadjir menyarankan agar pelaksanaan vaksinasi ini betul-betul diintensifkan kepada masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api dan KRL commuter line.

"Dengan demikian maka mereka-mereka yang selalu menggunakan jasa kereta api itu terjamin keamanannya sehingga dia naik kereta nyaman karena dia telah divaksin," tuturnya

Di samping itu, Muhadjir juga meminta agar PT KAI juga memberikan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat umum yang tidak menggunakan moda kereta api.

"Karena sudah terbukti bahwa siapa yang telah mendapatkan vaksin itu tingkat kekebalannya relatif lebih baik dibanding mereka yang belum divaksin. Dan tentu saja kita juga berharap Covid-19 ini segera berakhir. Salah satunya dengan vaksin ini," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menhub Budi Karya juga mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan PT KAI. Dia meminta agar pelaksanaan vaksinasi bisa semakin diperbanyak di daerah dan juga semakin diintensifkan.

"Baik di Jabodetabek, di kota-kota di Jawa, dan sebagainya," ujar Menhub.

Menhub Budi Karya juga mengapresiasi kerja keras tenaga kesehatan yang melakukan vaksinasi.

"Saya juga mengapresiasi kepada nakes yang memberikan perhatian dan tenaganya berkorban untuk masyarakat. Semoga apa yang kita lakukan ini bermanfaat," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK dan Menhub juga membagikan masker kepada para peserta vaksin dan mengingatkan untuk menggunakan masker dobel untuk menambah keamanan dari virus.

Sebagai informasi, program vaksinasi ini dilaksanakan oleh PT KAI dengan anak perusahaannya PT KCI bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat.

Ogah Polisikan Influencer yang Ngaku Terima Vaksin Ketiga, DPRD DKI: Kami Hubungi Tapi Tak Diangkat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia