logo


Apresiasi Sikap Pramono dan Luhut, Demokrat: Gentle

Hinca menyinggung pemerintah yang meminta maaf karena kebijakan belum maksimal

29 Juli 2021 18:00 WIB

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan. demokrat.or.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, menyebut ada kerja pemerintah yang tidak sesuai dalam penanganan Covid-19. Menurutnya dalam penanganan bencana yang terpenting adalah manajemen krisis.

"Tapi kita juga harus jujur, ada beberapa yang telah melakukan tugas sesuai porsi, ada pula yang melenceng tak terkendali. Untuk itu, saya dulu selalu katakan, masa sulit bencana seperti ini, yang terpenting ialah manajemen krisis. Kita tidak pernah tahu bagaimana alur komunikasi di Istana," kata Hinca kepada wartawan, Kamis (29/7).

Hinca kemudian menyinggung pemerintah yang meminta maaf karena kebijakan belum maksimal, seperti yang disampaikan Menseskab Pramono Anung dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.


Soal Pesan agar SBY Seperti Habibie, Jubir Luhut: Tidak Usah Dibesar-besarkan

"Yang jelas, saya lega kala Seskab Mas Pramono mengakui telah terjadi kekeliruan informasi atas ucapan Menko PMK. Pesan Presiden yang disampaikan Mas Pramono ialah: 'informasi kepada publik itu harus menenangkan'," ujarnya.

"17 Juli 2021, saya ingat kala Pak Luhut meminta maaf. Saya hanya mendengar suaranya tanpa melihat wajah, namun saya bisa memvisualisasikan getar suara itu dengan mimik Pak Luhut. Itu tulus. Karena saya mengenal betul beliau. Sangat dekat. Paham apa yang disampaikannya. Walaupun kata maaf tak langsung serta merta mampu menyembuhkan, setidaknya ada upaya merekonstruksi kepercayaan. Ia gentle. Salut," lanjut Hinca.

Hinca mengingatkan kepada pemerintah untuk berhati-hati dalam menyampaikan narasi.

"Teruntuk Bapak-Ibu yang duduk di Istana dan diberi kepercayaan di top executive sebagai penyelenggara pemerintahan, saya juga berharap agar setidak-tidaknya untuk memilih narasi dan diksi yang pas dalam menyampaikan informasi, menganalogikan peristiwa maupun meramu kebijakan kepada publik. Publik itu butuh informasi yang memberi ketenangan dan kebenaran, sudah, itu saja," ujar Hinca.

SBY Berdoa di Twitter, Demokrat: Sebagai Orang Tua yang Punya Tanggung Jawab

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata