logo


Sektor Pertanian Jadi 'Penyelamat' Ekonomi di Masa Pandemi

Sektor pangan dan pertanian bisa menjadi salah satu faktor yang bisa menjaga stabilitas ekonomi-sosial dan politik di masa pandemi

29 Juli 2021 13:43 WIB

Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi, dalam diskusi virtual \'Potensi Sektor Pertanian Dalam Mencegah Krisis Ekonomi Di tengah Pandemi\', yang diselenggarakan Aktual.com, Kamis (29/7). 
Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi, dalam diskusi virtual 'Potensi Sektor Pertanian Dalam Mencegah Krisis Ekonomi Di tengah Pandemi', yang diselenggarakan Aktual.com, Kamis (29/7).  Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sektor pangan dan pertanian bisa menjadi salah satu faktor yang bisa menjaga stabilitas ekonomi-sosial dan politik di masa pandemi Covid-19 ini. Sektor ini dinilai strategis karena berhubungan dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan ketersediaan pangan.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi, dalam diskusi virtual 'Potensi Sektor Pertanian Dalam Mencegah Krisis Ekonomi Di tengah Pandemi', yang diselenggarakan Aktual.com, Kamis (29/7).

"Di tahun 2020 sektor pertanian sebagai penyumbang APBN terbesar di tahun 2020, sebesar 16 persen atau tumbuh 2 persen lebih (dibanding 2019). Dan di 2021 sampai dengan hari ini terus tumbuh. Kami terus berupaya untuk bagaimana meningkatkan pemasukan negara," ujar Harvick.


Enggan Lockdown, Rizal Ramli Sebut Pemerintah Pelit sama Rakyat

Tak hanya itu, sektor pertanian juga saat ini menjadi penyelamat perekonomian karena banyaknya tenaga kerja sektor industri yang beralih ke Pertanian di masa pandemi.

"Ada 3 juta lebih, hampir 4 juta di catatan kami di Kementerian Pertanian, ini mungkin satu berkah utamanya di masa pandemi ini. Walaupun ini dilakukan secara sporadis, tapi ini terus kita bina, kita bimbing agar mereka siap pakai dan menjadi petani profesional," ungkapnya.

Program-program pertanian lain yang sedang dan akan terus dijalankan yaitu program-program yang berhubungan dengan peningkatan produktivitas pangan, Namun demikian diakui Harvick, kondisi pandemi memang membuat kinerja anggaran menjadi kurang optimal.

"Per Juli penyerapan anggaran baru 20 persen, Ini memang berkaitan dengan Covid, jadi akhirnya bagaimana menstimulasi dana tersebut untuk bisa langsung diserap," tuturnya.

Namun demikian, Harvick memastikan bahwa program-program Kementan bakal tetap di optimalkan, baik kepada petani maupun terkait dengan ketersediaan pangan kedepan, termasuk di masa pandemi.

"Kita terus usahakan dan ini bisa dibuktikan dengan tidak langkanya kebutuhan pangan kita. Kita bisa mengurangi impor, utamanya beras. Kita sudah lakukan itu," tegasnya.

Kritik Penanganan Covid-19 di Indonesia, Rizal Ramli: Aneh, di Dunia Gak Ada Selesaikan Krisis dengan Ganti Istilah

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata