logo


AS Tak Bisa Jamin Akan Tetap Patuh pada Perjanjian Nuklir Iran, Khamenei: Pengecut

Pemimpin tertinggi Iran menyebut AS selama ini sudah bersikap seperti pengecut karena tidak bisa menjamin bahwa Washington tak akan kembali tinggalkan perjanjian nuklir

29 Juli 2021 11:00 WIB

The Independent

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Rabu (28/7) menyatakan bahwa pihaknya tidak akan sudi menerima permintaan AS dalam proses pembicaraan yang digelar di Vienna, Austria, guna memulihkan perjanjian nuklir 2015 atau JCPOA. Khamenei mengatakan bahwa Washington sejauh ini tidak bisa memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan kembali keluar dari perjanjian tersebut.

"Orang-orang Amerika bersikap seperti pengecut dan jahat," ujar Khamenei, dikutip siaran berita Iran, dilansir Reuters.

"Mereka pernah melanggar kesepakatan nuklir dengan keluar dari perjanjian. Sekarang mereka secara eksplisit menyatakan bahwa mereka tidak bisa memberikan jaminan jika hal itu tidak akan terulang lagi," tambahnya.


Kasus Infeksi Covid-19 Tak Kunjung Turun, Sydney Perpanjang Lockdown hingga 4 Pekan

Sementara itu, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, dalam sebuah pernyataan tertulis, mengatakan bahwa pemerintah AS selama ini sudah bersikap jujur dan bersungguh-sungguh dalam mengupayakan diplomasi guna kembali mematuhi perjanjian nuklir 2015.

Sejak 9 April lalu, Iran dan AS telah terlibat pembicaraan dan negosiasi terkait upaya pemulihan perjanjian nuklir yang sudah ditinggalkan oleh AS pada 2018 lalu.

Proses negosiasi enam putaran yang digelar oleh Iran dan AS tersebut terpaksa dihentikan untuk sementara waktu sejak 20 Juni lalu, atau dua hari usai terpilihnya Ebrahim Raisi sebagai presiden terpilih Iran, untuk menggantikan posisi yang kini masih dijabat oleh Hassan Rouhani.

Juru bicara AS mengatakan bahwa pihaknya siap kembali ke Vienna untuk melanjutkan proses negosiasi dengan Iran.

"Kami mendesak Iran untuk kembali ke dalam negosiasi sesegera mungkin sehingga kita bisa menyelesaikan kesepakatan ini," ujarnya.

 

Joe Biden Sebut Ekonomi Rusia Hanya Bermodal Senjata Nuklir dan Minyak, Begini Reaksi Moskow

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia