logo


Ramai Parodi 'Waktu Makan 20 Menit', Tompi: Bercanda Boleh tapi Jangan Kebablasan

Batas waktu 20 menit itu bisa diartikan sebagai imbauan tidak berlama-lama di warung untuk mengurangi risiko tertular Covid-19.

29 Juli 2021 05:30 WIB

Tompi
Tompi Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Dokter sekaligus penyanyi, dr Tompi buka suara terkait ramainya aksi warganet yang menjadikan peraturan baru pada PPKM Level 4 sebagai guyonan.

Dalam aturan itu, pemerintah mengizinkan warung makan atau sejenisnya dibuka hingga pukul 20.00 WIB. Adapun setiap pengunjung diberi waktu makan selama 20 menit.

Sontak aturan itu dijadikan parodi oleh warganet, yang menggambarkan waktu makan 20 menit itu tidak cukup.


Kasusnya dengan Jerinx Dicap Settingan, Adam Deni: Saya Tidak Peduli!

Bermunculan banyak video lucu yang memperlihatkan orang makan tergesa-gesa. Ada yang makanannya diambil pelayan meski belum habis.

Menyikapi fenomena ini, dr Tompi menyadari bahwa masyarakat sangat kreatif dalam menciptakan lelucon.

“Makan 20 menit aja dijadikan lelucon, memang kita ini senang bercanda,” cuitnya di akun Twitter @dr_tompi, dikutip Kamis (29/7).

Pelantun Sedari Dulu itu menerangkan, batas waktu 20 menit itu bisa diartikan sebagai imbauan tidak berlama-lama di warung demi mencegah persebaran Covid-19.

“Saya menangkap maksud dari makan 20 menit itu bukan masalah waktunya. Tapi penekanan “jangan berlama-lama, mengurangi resiko tertular, biar hidup lebih lama,” jelas Tompi.

Dia juga mengingatkan semua pihak agar berhati-hati dalam membuat lelucon. “Becanda boleh tapi jangan kebablasan,” pungkasnya.

Gerah Dituding Pelakor, Shirin Safira Bakal Tempuh Jalur Hukum

Halaman: 
Penulis : Iskandar