logo


Duga Influencer Iseng Tulis 'Vaksin Ketiga' Berlatar DPRD DKI, Gerindra: Jangan Dibuat Lelucon, Mohon Empatinya!

Gerindra sebut masih banyak masyarakat yang belum dapat vaksin pertama

28 Juli 2021 21:06 WIB

Ilustrasi Vaksinasi Covid-19
Ilustrasi Vaksinasi Covid-19 AFP

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani menduga bahwa influencer yang menulis 'vaksin ketiga' di ruang dengan latar logo DPRD DKI hanya iseng belaka. Ia menegaskan bahwa vaksin ketiga diutamakan bagi tenaga kesehatan.

"Sepanjang yang saya tahu, so far dari komisi ataupun fraksi belum ada info. Dan vaksin ketiga kan diutamakan buat para nakes," kata Rani kepada wartawan, Rabu (28/7/2021).

"Tapi coba diinvestigasi saja ke pimpinan mungkin ya apakah memang mengetahui hal tersebut karena kan setiap kegiatan yang berlangsung di gedung dewan atas seizin pimpinan, mungkin memang ada pemberian atau sentra pelaksanaan vaksin di sana, tapi mungkin juga tidak tahu kalau ada peserta vaksinasi yang sudah melaksanakan ketiga kalinya. Atau memang dia iseng aja kebetulan ada di gedung dewan terus bikin captionnya seperti itu," sambungnya.


Soal Pesan Luhut, Habiburokhman Nilai Cara Kritik SBY Tidak Ada Masalah

Rani mengingatkan kepada influencer atau selebgram agar tidak membuat konten yang memicu perselisihan. Ia mengatakan bahwa kondisi pandemi sangat sensitif.

"Buat para selebgram juga mohon diimbau untuk lebih cermat dan cerdas dalam mengunggah informasi di sosial media di saat seperti ini semua sedang dalam masa sensitive, niatnya bercanda kadang malah bikin ricuh apalagi mohon bila photo-phto di tempat yang tidak biasa seperti kantor pemerintahan, harap hargai seluruh lapisan yang bertugas di sana," imbuhnya.

Lebih lanjut, Rani meminta agar informasi terkait vaksin ketiga tidak dibuat untuk main-main. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang belum menerima vaksin dosis pertama.

"Banyak yang masih belum mendapatkan suntik vaksin pertama atau kedua jangan dibuat lelucon untuk gaya-gayaan dengan adanya vaksin ketiga, karena diutamakan untuk para nakes, mohon empatinya," pungkasnya.

Vaksin Covid-19 di NTB Kosong, Fadli: Berjuta-juta Vaksin Datang, Tapi Pada Kemana?

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati