logo


Kim Jong-un Bilang Lockdown Berkepanjangan Saat Ini Tak Lebih Buruk dari Era Perang Korea

Pemimpin Korea Utara mengaku optimis negaranya mampu keluar dari periode sulit akibat situasi pandemi Covid-19

28 Juli 2021 20:45 WIB

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un istimewa

SEOUL, JITUNEWS.COM - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, pada Selasa (27/7) mengatakan bahwa selama masa pandemi Covid-19, negaranya mengalami situasi sulit seperti yang terjadi saat masa perang. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah pidato dalam upacara peringatan 68 tahun perang Korea.

"Kita menghadapi sejumlah tantangan dan kesulitan yang diakibatkan oleh krisis kesehatan global yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan kebijakan lockdown yang berkepanjangan tidak lebih menantang jika dibanding dengan apa yang kita alami selama masa perang (Korea)," ujar Kim Jong-un, dikutip RT.com.

Meski demikian, Kim Jong-un tetap menjanjikan bahwa "seperti halnya generasi pemenang...generasi kita akan terus melanjutkan tradisi indah dan mengubah periode sulit penuh pertimbangan ini menjadi sebuah kemenangan baru yang jauh lebih hebat," tambahnya.


PM Pakistan Bilang AS Bikin Konflik Afghanistan Semakin Berantakan

Pada April lalu, Kim mengakui bahwa Korea Utara tengah menghadapi situasi "terburuk sepanjang sejarah" berdirinya negara tersebut. Pada bulan lalu, ia juga memperingatkan bahwa situasi pangan di Korea Utara semakin buruk, usai sektor pertanian terdampak badai yang melanda akhir tahun lalu.

Sementara itu, menurut laporan media Korea Selatan, harga bahan pangan di Korea Utara semakin melambung tinggi, dimana harga satu kilogram pisang bisa mencapai USD 45 atau lebih dari Rp 650 ribu.

Pakar HAM PBB untuk Korea Utara, Tomas Ojea Quintana, bahkan sudah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mempertimbangkan pencabutan sanksi internasional yang mereka jatuhkan terhadap Korea Utara terkait program pengembangan nuklir dan misil di negara tersebut. Pencabutan sanksi tersebut perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana kelaparan di Korea Utara.

 

Ekonomi Rusia Pulih dari Covid-19 Lebih Cepat dari Prediksi IMF

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia