logo


Menag Beri Ucapan Selamat Hari Raya ke Baha'i, Abubakar Assegaf: Kenapa Aliran Sesat Dianggap Sebagai Agama?

Kemenag diminta melakukan pembinaan terhadap komunitas Baha'i.

28 Juli 2021 10:52 WIB

Abubakar Assegaf
Abubakar Assegaf twitter.com/abubakarsegaf

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Habib Abubakar Assegaf heran Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat hari raya kepada komunitas Baha’i. Padahal, MUI telah melabeli Baha’i sebagai aliran sesat.

“Kenapa aliran yang sudah jelas kesesatannya dianggap sebagai Agama yang diakui dan diberi Tahni’ah oleh Menag,” tulisnya di akun Twitter @abubakarsegaf, dikutip Rabu (28/7),

Ucapan selamat hari raya Naw Ruz 178 EB yang disampaikan Gus Yaqut memang tak menyebut Baha’i bagian dari Islam.


Larang Salat Idul Adha di Masjid, Menag Ingatkan Patuh pada Allah, Rasul, dan Pemerintah Adalah Wajib

“Bahkan sebenarnya Baha’i memang bukan Agama , tapi disebut “Tho’ifah Khorijah anil Islam (Kelompok yang keluar dari Islam dengan nyata) maksud kami tidak ada relevansinya menyampaikan Tahni’ah kepada mereka,” jelas Habib Abubakar.

Namun, Habib Abubakar khawatir jika kitab suci milik komunitas Baha’i diakui oleh Kementerian Agama. Dalam hal ini, Kemenag diminta melakukan pembinaan, seperti aliran sesat lainnya.

“Apa lagi dengan mengutip kitab suci & ritual mereka, yang kami khawatirkan ini akan dianggap melegitimasi kebenaran ajaran mereka, termasuk oleh pemeluknya,” ujarnya.

“Seharusnya @Kemenag_RI melakukan pembinaan untuk kembali kepada ajaran yang benar, jika tidak mau, tidak perlu diberi Tahni’ah,” sambungnya.

Serang Balik Netizen yang Persoalkan Cuitan 'Muazin' Jokowi, Menag: Sudah Belajar Belum?

Halaman: 
Penulis : Iskandar