logo


Kasus Kematian Covid Cetak Rekor Tertinggi, Kemenkes: Ada Perbaikan Data

Kemenkes sebut penambahan angka kematian yang mencapai 2.069 kasus pada hari ini disebabkan karena adanya perbaikan data di sejumlah daerah.

27 Juli 2021 20:44 WIB

Siti Nadia Tarmizi
Siti Nadia Tarmizi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (LP2ML) Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menaggapi kasus kematian Covid-19 yang pecah rekor pada hari ini, Selasa (27/7/2021). Ia menyebut penambahan angka kematian yang mencapai 2.069 kasus pada hari ini disebabkan karena adanya perbaikan data di sejumlah daerah.

"Iya (delay), mereka mengupadate datanya sendiri. Jadi ada perbaikan data yang baru dikirimkan kabupaten/kota," kata Nadia seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (27/7/2021).

Nadia tidak menampik bahwa ada perbedaan data yang dimasukkan oleh pemerintah pusat dan daerah. Ia menyebut pemerintah daerah kemungkinan memasukkan data kematian probable dan suspek Covid-19 pada sistem NAR. Sementara pemerintah pusat hanya memasukan data kasus kematian yang sudah terkonfirmasi positif saja.


Vaksinator Kurang, Begini Solusi Ketua Relawan KITA

Ia mengatakan bahwa sejumlah daerah terkadang tidak memperbaiki laporan ke pemerintah pusat apabila pasien Covid-19 yang probale atau suspek itu sudah negatif Covid-19.

"Ini sering terjadi, karena tidak diupdate atau data dukungnya tidak ada, sehingga ada gap jumlah kematian," ujarnya.

Tantang Ulama yang Tak Percaya Covid-19, Dirut RSUP Padang: Ayo Ikut Saya ke Ruangan Covid!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati