logo


Megawati Pengin Bangun Monumen Kudeta 27 Juli, PDIP: Agar Hal Tersebut Tidak Terjadi Kembali

Hasto menyebut peristiwa Kudatuli adalah wajah buruk kediktatoran Orde Baru yang mengendalikan demokrasi.

27 Juli 2021 19:38 WIB

Presedential Lecture Internalisasi Negara, Jakarta, Selasa (3/12/2019).
Presedential Lecture Internalisasi Negara, Jakarta, Selasa (3/12/2019). jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ingin membangun monumen Kudeta 27 Juli (Kudatuli). Ia mengatakan bahwa Megawati ingin peristiwa kerusuhan yang dipicu oleh dualisme kepemimpinan Mega dan Soerjadi yang menewaskan lima orang di kantor PDIP, Jalan Diponegooro 58, Jakarta Pusat pada tanggal 27 Juli 1996 tidak terulang kembali.

Hal tersebut, ia sampaikan saat melakukan tabur bunga bersama sejumlah jajaran DPP partai di kantor PDIP, Selasa (27/7/2021).

"Tadi pagi saya melaporkan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri terhadap acara tabur bunga ini, beliau juga mengingatkan bahwa penting bagi kita di tempat ini untuk membangun monumen 27 Juli," kata Hasto.


Sindir Demokrat, Dewi PDIP: Ngaku Partai Bersih tapi Mulut Elite Partainya Kayak Preman Pasar

Hasto menegaskan bahwa monumen Kudatuli diharapkan menjadi pengingat seluruh anggota kader PDIP terhadap peristiwa tersebut. Ia pun menyebut peristiwa Kudatuli adalah wajah buruk kediktatoran Orde Baru yang mengendalikan demokrasi.

"Dan dengan adanya monumen itu, kita juga mengingatkan agar hal tersebut tidak boleh terjadi kembali," ujarnya.

Tak Hanya Sebut Anak Koruptor, Dewi Tanjung Anggap Annisa Pohan Kebablasan Mendikte Pemerintah

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati