logo


Pyongyang dan Seoul Sepakat Perbaiki Hubungan dengan Lanjutkan Komunikasi Lintas Perbatasan

Korea Utara dan Korea Selatan dikabarkan sudah mulai membangun kembali jalur komunikasi lintas perbatasan sebagai upaya memperbaiki hubungan bilateral

27 Juli 2021 13:30 WIB

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kiri) dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (kanan)
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kiri) dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (kanan) Sputniknews

SEOUL, JITUNEWS.COM - Komunikasi lintas perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara mulai Selasa (27/7) akan kembali dilanjutkan usai terputus pada tahun 2020 lalu. Hal itu disampaikan oleh Cheong Wa Dae, salah satu pejabat di Kantor Kepresidenan Korea Selatan kepada kantor berita Yonhap.

Menurut keterangan Cheong, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sejak April lalu sudah melakukan komunikasi terkait upaya peningkatan hubungan bilateral kedua negara, dimana keduanya juga sepakat untuk membuka kembali komunikasi di wilayah perbatasan.

Sementara itu, Yonhap melaporkan bahwa pihak Korea Utara mengatakan bahwa restorasi komunikasi tersebut akan memainkan peran positif dalam upaya peningkatan hubungan kedua negara Korea.


Dituduh Dukung Gerakan Anti Vaksin Covid-19 di Perancis, Begini Reaksi Rusia

"Sekarang, seluruh bangsa Korea ingin melihat hubungan Utara-Selatan pulih dari kemunduran dan stagnasi sedini mungkin," kata Yonhap.

"Para pemimpin puncak Korea Utara dan Selatan sepakat untuk membuat langkah besar dalam memulihkan rasa saling percaya dan mempromosikan rekonsiliasi dengan memulihkan terputusnya jalur komunikasi antar-Korea melalui beberapa pertukaran surat pribadi baru-baru ini," tambahnya.

Jalur komunikasi antara kedua negara terputus pada Juni 2020, usai Pyongyang memprotes kegagalan Seoul dalam menghentikan para aktivis pembelot Korut mengirimkan selebaran yang berisi propaganda anti-Korea Utara melintasi perbatasan. Pada 16 Juni, otoritas Korea Utara meledakkan kantor penghubung antar-Korea yang berada di wilayah perbatasan kedua negara.

Menanggapi kecaman Korea Utara tersebut, Seoul kemudian memberlakukan larangan pengiriman leaflet anti-Korea Utara melalui balon udara ke wilayah perbatasan untuk meredakan ketegangan antar negara. Namun, masih saja terjadi banyak pelanggaran aturan larangan tersebut sehingga memicu lebih banyak kritik dari Pyongyang.

 

Kemenkes Rusia Setujui Uji Coba Vaksin AstraZeneca dan Sputnik Light

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia