logo


Polisi Tunisia Serbu Kantor Media dan Usir Semua Jurnalisnya, Al Jazeera: Serangan terhadap Kebebasan Pers

Polisi Tunisia melakukan penyerbuan di kantor berita Al Jazeera dan mengusir seluruh staf keluar dari gedung.

27 Juli 2021 10:30 WIB

Gedung Kantor Media Al Jazeera
Gedung Kantor Media Al Jazeera Al Jazeera

TUNIS, JITUNEWS.COM - Sejumlah petugas kepolisian Tunisia, pada Senin (26/7) dikabarkan telah menggerebek salah satu kantor media Al Jazeera di Tunis, dan mengusir seluruh staf kantor berita tersebut. Insiden tersebut terjadi satu hari setelah Presiden Tunisia Kais Saied mencopot perdana menterinya dan membekukan parlemennya, sebuah tindakan yang disebut oleh pihak oposisi sebagai aksi kudeta.

Sejumlah jurnalis Al Jazeera mengatakan bahwa sedikitnya dua puluh petugas kepolisian telah menyerbu masuk ke dalam kantor mereka tanpa menunjukkan atau membawa surat tugas.

"Kami sebelumnya tidak menerima pemberitahuan terlebih dahulu dari petugas keamanan terkait hal ini," kata Lotfi Hajji, kepala kantor Al Jazeera di Tunisia.


Dituduh Lakukan Pelanggaran HAM, Duterte: Bagi Mereka yang Menghancurkan Negara Saya, Saya Akan Membunuhmu

Polisi kemudian mengusir semua staf keluar dari kantor tersebut dan mereka diminta untuk mematikan seluruh ponsel atau alat komunikasi lain serta dilarang kembali ke dalam gedung untuk mengambil barang pribadi mereka. Pihak kepolisian juga menyita semua kunci kantor tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (26/7), Al Jazeera menyebut penyerbuan yang dilakukan oleh Kepolisian Tunisia sebagai sebuah "serangan terhadap kebebasan pers".

“Al Jazeera menganggap tindakan otoritas Tunisia ini sebagai eskalasi yang meresahkan dan khawatir hal itu akan menghalangi liputan yang adil dan objektif dari peristiwa yang sedang berlangsung di negara itu. Al Jazeera meminta pihak berwenang Tunisia untuk mengizinkan jurnalis untuk tetap beroperasi tanpa hambatan dan diizinkan untuk mempraktikkan profesi mereka tanpa rasa takut atau intimidasi,” demikian pernyataan Al Jazeera.

Perancis Desak Iran Segera Lanjutkan Proses Negosiasi Perjanjian Nuklir dengan AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia