logo


Alami Kerugian US$ 6,6 Miliar, Operator Bandara Heathrow Desak Inggris Buka Kembali Perjalanan bagi Warga yang Sudah Divaksin

Operator bandar udara Heathrow di London, mendesak pemerintah Inggris untuk segera membuka kembali perjalanan bagi warga yang sudah divaksin karena selama paruh pertama tahun 2021 mengalami kerugian hingga USD 6,60 Miliar

26 Juli 2021 19:08 WIB

Bandara Heathrow, London
Bandara Heathrow, London istimewa

LONDON, JITUNEWS.COM - Operator Bandara Heathrow London, pada Senin (26/7) mendesak Pemerintah Inggris untuk segera membuka kembali perjalanan bagi penumpang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Desakan tersebut diajukan usai proses pemulihannya tertinggal jauh dari negara-negara Eropa, mendorong kerugian pandemi kumulatif yang mereka tanggung mencapai US$ 4 miliar.

Heathrow, yang sebelum pandemi merupakan bandara tersibuk di Eropa, menyatakan bahwa pada paruh pertama tahun 2021 ini, jumlah penumpang yang melakukan perjalanan melalui bandara tersebut tercatat tidak lebih dari 4 juta orang saja, dimana angka tersebut dapat dicapai dalam kurun waktu 18 hari pada tahun 2019 lalu, atau masa pra-pandemi.

"Inggris ... tertinggal di belakang negara-negara rival Uni Eropa dalam hal perdagangan internasional karena sangat lambat dalam melonggarkan aturan pembatasan," kata Kepala Eksekutif Heathrow John Holland-Kaye dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, dikutip Reuters.


Triliunan Dolar yang Sudah Dihabiskan oleh AS di Perang Irak dan Afghanistan Berakhir Sia-Sia

Sebagaimana diketahui, sektor industri perjalanan Inggris terus menghadapi berbagai gangguan menyusul terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di dalam negeri dan diberlakukannya kebijakan pembatasan sosial. Mereka juga menyalahkan pemerintah yang selama ini melakukan perubahan dan pembatalan aturan di menit-menit terakhir.

Heathrow mengatakan bahwa pihaknya terpaksa meningkatkan likuiditas menjadi 4,8 miliar pound atau setara dengan $ 6,60 miliar, dan tengah berupaya meminta keringanan pada kesepakatan ICR Heathrow Finance untuk tahun keuangan 2021 karena mereka menghadapi tekanan besar pada arus kasnya.

Selama enam bulan hingga 30 Juni 2021, Heathrow membukukan kerugian sebelum pajak yang disesuaikan sebesar 787 juta pound ($ 1,08 miliar), dimana kerugian tersebut 316 juta pound lebih tinggi dibanding kerugian yang mereka hadapi pada periode sama di tahun 2020 lalu.

 

Pesan untuk China, AS Kerahkan Puluhan Pesawat Tempur Canggih F-22 Raptor ke Pasifik Barat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia