logo


Pesan untuk China, AS Kerahkan Puluhan Pesawat Tempur Canggih F-22 Raptor ke Pasifik Barat

AS dikabarkan akan menggelar kegiatan latihan militer di wilayah Pasifik Barat dimana kegiatan tersebut melibatkan puluhan pesawat tempur canggih generasi kelima F-22 Raptor.

26 Juli 2021 18:52 WIB

Pesawat Tempur AS, F-22 Raptor
Pesawat Tempur AS, F-22 Raptor istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Angkatan Udara Amerika Serikat dikabarkan tengah mengirimkan sekitar 25 unit pesawat tempur F-22 Raptor ke wilayah Pasifik Barat untuk mengikuti kegiatan latihan tempur pada bulan ini, dimana menurut CNN, hal itu merupakan sebuah pesan kepada China seiring dengan meningkatnya ketegangan di kawasan.

Puluhan pesawat tempur tersebut diterbangkan dari pangkalan udara AS di Hawaii menuju Guam dan Pulau Tinian untuk ambil bagian pada latihan militer Operation Pasific Iron 2021. Pesawat tempur generasi kelima tersebut diyakini sebagai pesawat tempur tercanggih di dunia saat ini karena kemampuannya menghindar dari pantauan radar serta sejumlah teknologi canggih yang dibawanya.

Komandan Pasukan Angkatan Udara AS Jenderal Ken Wilsbach mengatakan bahwa pihaknya baru kali ini mengerahkan begitu banyak unit pesawat tempur Raptor secara bersamaan ke wilayah operasi mereka di kawasan Pasifik.


Bantu Italia Tangani Karhutla Pulau Sardinia, Uni Eropa Kirim 4 Unit Pesawat Pemadam Api

Untuk diketahui, AS secara keseluruhan saat ini tercatat memiliki setidaknya 180 unit pesawat tempur jenis F-22, dimana separuh dari pesawat tersebut siap untuk diterjunkan ke medan perang. Di sisi lain, China hanya memiliki 20 hingga 24 unit pesawat tempur generasi kelima. Menurut analis Carl Schuster kepada CNN, pengerahan pesawat tempur AS tersebut bisa diartikan sebagai upaya AS untuk mengirimkan pesan tegas kepada China.

"Angkatan Udara (AS) Pasifik mendemonstrasikan bahwa mereka dapat mengerahkan banyak atau lebih banyak pesawat tempur generasi kelima ke zona operasi," kata Schuster.

"Memperlihatkan kemampuan pertempuran Angkatan Udara artinya mengirimkan sebuah sinyal kuat perlawanan terhadap China dan juga menegaskan kemampuan tersebut kepada negara aliansi mereka (AS)," tambahnya.

Selain mengerahkan puluhan jet F-22, operasi latihan militer tersebut juga akan diikuti oleh belasan pesawat tempur F-15 dan dua unit pesawat pengangkut jenis C-130J yang diterbangkan dari pangkalan udara AS di Jepang. Kegiatan tersebut juga akan diikuti oleh lebih dari 800 personil tentara AS.

 

Triliunan Dolar yang Sudah Dihabiskan oleh AS di Perang Irak dan Afghanistan Berakhir Sia-Sia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia