logo


Vaksinasi jadi Syarat Perjalanan dan Penggunaan Fasilitas Umum, Ribuan Warga Italia Gelar Aksi Protes

Aksi protes menentang pemberlakuan sertifikasi vaksin sebagai syarat perjalanan dan penggunaan fasilitas umum terjadi di lebih dari 80 kota di Italia

25 Juli 2021 16:30 WIB

Warga Italia menggelar aksi demo besar-besaran menolak sertifikasi vaksin Covid-19 sebagai syarat perjalanan dan penggunaan fasilitas umum
Warga Italia menggelar aksi demo besar-besaran menolak sertifikasi vaksin Covid-19 sebagai syarat perjalanan dan penggunaan fasilitas umum SCMP

ROMA, JITUNEWS.COM - Aksi protes terhadap rencana pemerintah Italia memberlakukan wajib vaksin Covid-19 sebagai syarat perjalanan digelar di beberapa kota di Italia pada Sabtu (24/7). Para pendemo menyebut kebijakan tersebut sebagai diskriminasi.

Lebih dari 3 ribu orang dikabarkan ikut serta dalam aksi demonstrasi di Roma, dan lima ribu lainnya menggelar aksi serupa di kota Turin. Media Italia melaporkan jika aksi protes tersebut juga digelar di lebih dari 80 kota lain di Italia.

Mulai 6 Agustus mendatang, hanya warga yang sudah memiliki sertifikat vaksin Covid-19 atau "Green Pass" saja yang diijinkan untuk pergi ke kafe, restoran ataupun acara kesenian dan budaya, seperti konser.


Bantah Klaim Covid Buatan Cina untuk Musnahkan Islam, Mahfud: Semua Agama Kena!

Para pendemo menilai aturan tersebut sebagai bentuk diskriminasi dimana beberapa pengunjuk rasa membawa spanduk yang ditujukan kepada Perdana Menteri Mario Draghi, bertuliskan "Draghi seperti Hitler".

"Kami menentang Green Pass karena ini hanya akan menciptakan perbedaan kelas di masyarakat, yaitu mereka yang punya hak dan mereka yang tidak punya hak," kata seorang pendemo di kota Roma kepada media Rusia, RT.com.

"(Kebijakan) ini melanggar konstitusi," tambahnya.

Sementara itu, surat kabar La Stampa melaporkan bahwa sejumlah pemilik usaha juga ikut serta dalam aksi protes tersebut. Mereka khawatir jika kebijakan Green Pass tersebut akan merusak bisnisnya.

 

Menhan AS Bilang Pasukan Afghanistan Harus Mampu Perlambat Momentum Taliban

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia