logo


Jadi Incaran Taliban, Warga Afghanistan yang Bekerja untuk AS Segera Dievakuasi

Pemerintah AS akan segera mengevakuasi ribuan warga Afghanistan yang selama ini bekerja untuk AS karena mereka beresiko menjadi sasaran serangan Taliban

25 Juli 2021 15:30 WIB

Pejuang Taliban
Pejuang Taliban Sputniknews

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Joe Biden, pada Jumat (23/7) telah menandatangani bantuan anggaran sebesar USD 100 juta untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi asal Afghanistan seiring dengan memburuknya situasi konflik di negaranya.

Dilansir dari Reuters, kantor Kepresidenan AS mengatakan bahwa bantuan juga akan diberikan kepada sejumlah warga Afghanistan yang sebelumnya sudah mengajukan permohonan visa khusus.

Amerika Serikat sendiri saat ini tengah bersiap untuk memulai proses evakuasi ribuan pemohon visa khusus (SIVs) warga negara Afghanistan yang beresiko menjadi sasaran serangan Taliban karena telah bekerja untuk pemerintah Amerika Serikat dalam dua dekade terakhir.


Politisi Republikan Bisa Gagalkan Kesepakatan Joe Biden-Merkel soal Nord Stream 2

EVakuasi tahap pertama diperkirakan akan dilakukan pada akhir bulan ini, dimana para pencari suaka beserta keluarganya akan diterbangkan ke Amerika Serikat, tepatnya ke Fort Lee, sebuah pangkalan militer yang berada di wilayah negara bagian Virginia. Mereka nantinya akan berada di fasilitas tersebut untuk menunggu proses final pengajuan visanya.

Pentagon pada Senin awal pekan lalu sudah mengatakan bahwa sekitar 2.500 warga negara Afghanistan dapat diterbangkan ke fasilitas yang berjarak 48 kilometer sebelah selatan Richmond tersebut.

Selain itu, pemerintah AS juga sedang melakukan pengecekan sejumlah fasilitas milik mereka yang berada di dalam wilayah AS atau di luar negeri dimana dapat digunakan untuk menampung warga negara Afghanistan yang mengajukan permohonan visa khusus tersebut.

Visa khusus tersebut disediakan oleh pemerintah AS kepada semua warga Afghanistan yang telah bekerja dengan mereka, baik sebagai penerjemah atau pekerjaan lainnya, usai AS menginvasi Afghanistan pada 2001 lalu.

 

Donald Trump: Kita Mulai Menjadi Sebuah Negara Komunis

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia