logo


Donald Trump: Kita Mulai Menjadi Sebuah Negara Komunis

Donald Trump mengkritik sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden Joe Biden, dimana hal tersebut semakin membuat AS melemah

25 Juli 2021 15:00 WIB

Donald Trump
Donald Trump the independent

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Mantan Presiden AS Donald Trump kembali menyebut jika terjadi banyak kecurangan dalam penghitungan suara hasil Pilpres AS tahun 2020 lalu, sehingga ia harus merelakan kursi presiden AS untuk dimabil alih oleh Joe Biden. Hal tersebut ia sampaikan melalui pidatonya dalam sebuah acara bertajuk "Rally to Protect Our Elections" yang digelar di negara bagian Arizona pada Sabtu (24/7).

"Pemilu 2020 adalah pemilu paling memalukan (bagi Amerika Serikat), ini adalah pemilu paling korup...," kata Trump dalam pidatonya yang langsung mendapat tepuk tangan dari para pendukungnya.

Trum mengingatkan kembali para pendukungnya bahwa selama masa pemerintahanya, AS telah mencapai kemandirian dalam sektor energi, tidak seperti yang terjadi di masa pemerintahan Biden.


Tetap Netral, Pakistan Tingkatkan Penjagaan Keamanan Wilayah Perbatasan dengan Afghanistan

"Kita sebelumnya sudah memiliki banyak cadangan minyak, kita tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan terkait ini," tambah Trump.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya sudah semaksimal mungkin berupaya menggagalkan proyek pembangunan jalur pipa gas Rusia-Jerman Nord Stream 2 dengan sanksi. Namun, Joe Biden justru mencabutnya.

"Saya bergaul dengan Putin karena itu adalah hal yang baik, saya bergaul dengannya, ia juga akrab dengan saya, tapi tidak ada seorang pun yang lebih keras terhadap Rusia dibanding saya," lanjut Trump.

Pada kesempatan itu, Trump juga menyinggung meningkatnya tindak kekerasan dan kejahatan di AS. Menurutnya, semua itu terjadi karena Joe Biden mengurangi anggaran yang diterima oleh pihak kepolisian sehingga hal itu memperlemah proses penegakan hukum, akibatnya situasi keamanan di AS semakin memburuk.

"Ratusan orang telah tertembak setiap pekannya di Chicago," ujar Trump seraya menambahkan bahwa tingkat kriminalitas di kota New York juga semakin meningkat.

"Kita mulai menjadi sebuah negara komunis," tambahnya.

Ia juga menyalahkan pemerintahan Joe Biden telah membuat AS terdesak oleh negara-negara lain.

Politisi Republikan Bisa Gagalkan Kesepakatan Joe Biden-Merkel soal Nord Stream 2

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia