logo


Tanggapi Kelompok Tak Murni 'Jokowi End Game', Gerindra: Menyiram Bensin ke Api yang Menyala

Menurutnya, kelompok tak murni selalu ada dalam setiap momentum politik.

25 Juli 2021 08:00 WIB

Habiburokhman
Habiburokhman Twitter @habiburokhman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Waketum Partai Gerindra, Habiburokhman menanggapi pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md yang menyebut ada 'kelompok tidak murni' yang selalu memprovokasi serang pemerintah terkait seruan aksi 'Jokowi End Game'. Menurutnya, kelompok tak murni tersebut selalu ada dalam setiap momentum politik.

"Itu realitas yang memang selalu ada pada setiap momentum politik dari masa ke masa. Ada kelompok yang murni menyampaikan aspirasi karena menginginkan perbaikan pengelolaan negara, ada juga yang sekadar mencari jalan pintas merebut kekuasaan dengan menunggangi momentum," kata Habiburokhman kepada wartawan, Sabtu (24/7/2021).

Habiburokhman lantas menganalogikan kelompok tak murni tersebut tengah menyiram bensin ke api yang menyala. Pasalnya, seruan 'Jokowi End Game' berpotensi menimbulkan kerumunan.


Mahfud Ingatkan Kelompok Tak Murni dalam 'Jokowi End Game', PPP: Maka Libatkan Ormas-ormas!

"Kalau dikaitkan dengan isu aksi massa Jokowi End Game hari ini menurut saya metode dan momentumnya tidak tepat. Membuat kerumunan di situasi seperti ini sama dengan menyiram bensin ke api yang menyala, akan memicu ledakan kasus COVID baru yang akan merugikan masyarakat termasuk mereka yang berdemo sendiri," ujarnya.

Menurutnya, apabila suatu rumah mengalami kebakaran maka langkah pertama yang dilakukan bukan mencari tahu siapa yang menyalakan api, namun menyelamatkan orang yang berada di rumah tersebut.

"Baru setelah kebakaran usai, kita evaluasi siapa yang benar atau salah. Begitu juga di situasi pandemi ini, baiknya kita kedepankan persatuan dahulu agar kita semua selamat dengan cara bahu membahu, nanti ada saatnya setelah pandemi berlalu kita evaluasi siapa yang melakukan kesalahan dan sebaiknya," ucapnya.

"Tapi perlu diingat bahwa di sisi lain pemerintah juga jangan menutup diri dari kritikan masyarakat. Evaluasi rutin berbagai kebijakan terkait pandemi dengan semaksimal mungkin melibatkan aspirasi publik," pungkasnya.

Jokowi Bakal Relaksasi PPKM Level 4? Eks Dirjen Kemenkes Beri Saran Ini

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati