logo


Kasus Kematian Covid Cetak Rekor, Epidemiolog Sebut Tak Ada Alasan Jokowi Longgarkan PPKM

Epidemiolog menyarankan agar pemerintah meningkatkan testing, trecing, dan treatment.

24 Juli 2021 07:30 WIB

PPKM Darurat
PPKM Darurat Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Epidemiolog Griffith University Ausralia, Dicky Budiman mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi pemerintah untuk melonggarkan PPKM pada tanggal 26 Juli 2021 sebagaimana yang diungkapkan oleh Presiden Jokowi.

Pasalnya, kata dia, kasus infeksi virus corona di Indonesia sedang tinggi-tingginya. Begitu juga dengan angka kasus kematian yang kembali mencapai rekor baru pada Jumat (23/7/2021) yang tercatat sebanyak 1.566 kasus.

"Belum sebetulnya (bagi) kita waktu untuk melonggarkan ini (PPKM) tentunya," kata Dicky seperti dilansir detikcom, Sabtu (24/7/2021).


Ada Penurunan Mobilitas Saat PPKM, Luhut Klaim DKI, Jateng, Jatim Lewati Puncak Kasus Covid

Dicky tidak menampik bahwa PPKM berdampak pada kegaiatan ekonomi masyarakat. Namun, menurutnya PPKM perlu kembali dilanjutkan dengan strategi yang lebih efektif. Ia pun menyarankan agar pemerintah meningkatkan testing, trecing, dan treatment.

"Oleh karena itu saya memberi opsi solusi saran pertama bahwa kita kembali pada memilih strategi yang memiliki daya ungkit yang besar terhadap semua sektor baik kesehatannya, maupun ekonomi. Apa itu? yaitu testing, trecing, dan karantina, treatment yang harus luar biasa sekarang harus ekstrem kita lakukan misalkan satu jta tes per hari dan merata terutama fokusnya tentu di Jawa, Bali, sama Madura itu wajar," jelasnya.

Kasus Kematian Pasien Isoman Melambung Tinggi, Luhut: Penanganan Perlu Diperhatikan!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati