logo


Pentagon Tegas Bilang Pihaknya Tak Terlibat dalam Aksi Pembunuhan Presiden Haiti

Meski tujuh tersangka kasus pembunuhan Presiden Haiti sebelumnya pernah mengikuti program pelatihan militer dari AS, namun Pentagon membantahkan jika aksi pembunuhan tersebut didukung oleh AS

23 Juli 2021 20:15 WIB

Pentagon
Pentagon reuters

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Juru bicara Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, John Kirby, mengaku bahwa sedikitnya tujuh tersangka kasus pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise tercatat sudah pernah menerima pelatihan militer dari pasukan AS di masa lalu. Meski demikian, ia membantah bahwa pihaknya mendukung aksi pembunuhan tersebut.

"Kami sudah mengidentifikasi tujuh individu yang merupakan mantan anggota pasukan militer Kolombia, yang sebelumnya sudah menerima semacam pendidikan dan pelatihan militer yang dibiayai dan disediakan oleh AS," kata Kirby, dikutip Russia Today.

"Pelatihan semacam itu adalah hal yang biasa dan tidak mendukung atau meminta (mereka) melakukan apa yang sudah terjadi di Haiti," tambahnya.


Taliban Dituduh Bantai Ratusan Warga Sipil di Perbatasan Afghanistan-Pakistan

Kirby menegaskan bahwa pelatihan yang diterima oleh tujuh pembunuh Jovenel Moise tersebut mencakup program pengembangan kepemimpinan, operasi anti-narkotika, latihan kepemimpinan unit kecil, pelatihan HAM, pelatihan medis darurat, pelatihan pemeliharaan helikopter dan sejumlah program pelatihan lainnya.

Meski Kirby berulang kali menegaskan bahwa program latihan militer yang disediakan oleh AS tersebut sama sekali tidak berperan dalam kasus pembunuhan Presiden Haiti, namun insiden serangan tersebut muncul usai sederet rencana pembunuhan yang sebelumnya juga melibatkan personil militer asing yang mendapat pelatihan dari AS.

Sejak 2008 lalu, tercatat ada sedikitnya tujuh aksi kudeta militer yang dilakukan oleh pasukan yang mendapat pelatihan personil tentara Amerika Serikat. Begitu juga dengan dua aksi kudeta militer yang terjadi di Mali sejak Agustus 2020 lalu, dimana aksi tersebut dipimpin oleh Kolonel Assimi Goita yang sebelumnya juga mengikuti program pelatihan militer dari AS.

Bantu Perjuangan Militer Afghanistan Melawan Taliban AS Lancarkan Serangan Udara

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia