logo


Presiden Israel Bilang Boikot terhadap Negaranya adalah Bentuk Terorisme Baru

Isaac Herzog menyebut tindakan boikot terhadap Israel merupakan bentuk terorisme baru, dimana pernyataan tersebut memicu kritikan dari sejumlah pihak, baik otoritas Palestina maupun tokoh politik Israel.

23 Juli 2021 15:45 WIB

Presiden Israel Isaac Herzog
Presiden Israel Isaac Herzog istimewa

TEL AVIV, JITUNEWS.COM - Presiden Israel, Isaac Herzog, mengatakan bahwa seruan boikot terhadap Israel merupakan sebuah bentuk baru dari terorisme. Pernyataan tersebut ia lontarkan usai perusahaan asal AS Ben & Jerry pada pekan ini mengumumkan bahwa pihaknya akan berhenti menjual produk ice cream mereka di wilayah Tepi Barat karena wilayah tersebut merupakan wilayah Israel yang diduduki oleh Palestina. Pada saat bersamaan, perusahaan tersebut masih akan menjual produknya di wilayah Israel.

"Kita harus menentang tindakan boikot dan segala bentuk terorisme ini," kata Herzog, dikutip Sputniknews.

Pernyataan Herzog tersebut langsung ditanggapi oleh pemerintah Palestina (PA) yang mengatakan bahwa pendudukan Israel di wilayah Tepi Barat itu sendiri merupakan bentuk terorisme.


Meski Vaksinasi Sudah Capai 66 Persen, Irlandia Tetap Tunda Pembukaan Perekonomian

"Presiden Israel seharusnya berterima kasih kepada Ben & Jerry. Perusahaan tersebut sudah membunyikan alarm. Apakah Israel akan menyadari pendudukan mereka dan berupaya mengakhirinya, atau Israel akan menghadapi boikot secara total," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Palestina dalam siaran persnya.

Pernyataan Herzog tersebut juga mendapat kritikan dari beberapa tokoh Israel, termasuk Yair Golan, mantan wakil kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, dan partai sayap kiri Israel, Meretz.

"Sebagai seseorang yang memahami terorisme dan telah berjuang melawan terorisme sepanjang hidupnya, apa yang terjadi di panggung internasional bukanlah terorisme. Kita harus melawan boikot dengan satu tangan, dan mengupayakan solusi dua negara (dengan Palestina) di tangan lainnya. Tapi, menggunakan konsep yang diambil dari dunia kekerasan bukan sebuah jalan. Boikot produk ice cream bukanlah tindakan terorisme," kata Golan.

90 Persen Wilayah Perbatasan Afghanistan Sudah di Bawah Kendali Taliban

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia