logo


Meski Vaksinasi Sudah Capai 66 Persen, Irlandia Tetap Tunda Pembukaan Perekonomian

Menyebarnya varian Delta membuat pemerintah Irlandia memutuskan untuk menunda pembukaan perekonomian

22 Juli 2021 21:30 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

DUBLIN, JITUNEWS.COM - Pemerintah Irlandia dikabarkan akan menunggu perkembangan situasi Covid-19 hingga beberapa pekan ke depan sebelum melonggarkan aturan pembatasan sosial. Hal itu disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Leo Varadkar pada Kamis (22/7).

Irlandia sendiri pada bulan ini sudah mengalami tren penurunan kasus infeksi Covid-19 harian. Meski demikian mereka tetap akan menunda rencana pembukaan perekonomian seperti mengijinkan restoran dan pub untuk kembali melayani pelanggan karena adanya kekhawatiran mengenai penyebaran varian Delta.

Bahkan jika mereka memutuskan untuk membuka kembali perekonomian, hanya warga yang sudah menerima dua dosis vaksin Covid-19 saja yang diijinkan untuk berkunjung ke restoran atau pub atau tempat umum indoor lainnya.


Tentara Perancis Berhasil Eliminasi Dua Anggota Teroris Afiliasi ISIS di Mali

"Saran dari NPHET (Tim Darurat Kesehatan Publik Nasional)...adalah untuk mempertahankan apa yang telah kita raih dan menuda selama beberapa pekan sebelum kita melonggarkan aturan pembatasan lebih lanjut," kata Varadkar, dikutip Reuters.

Aturan pembatasan sosial yang diberlakukan secara ketat di Irlandia telah membuat 18,3 persen pekerja di negara tersebut kehilangan mata pencaharian, baik secara permanen maupun untuk sementara waktu. Lebih dari separuh dari para korban PHK tersebut sudah menerima program bantuan Covid-19.

Penyebaran varian Delta sendiri juga sudah memicu terjadinya gelombang keempat wabah Covid-19 di Irlandia, dimana dalam dua pekan terakhir tingkat infeksi Covid-19 mencapai 246 per 100 ribu warga, atau meningkat lebih dari 200 persen dari bulan Juni lalu.

Sementara itu, tingkat vaksinasi di Irlandia saat ini sudah mencapai 66 persen dimana angka tersebut merupakan salah satu yang tertinggi di wilayah Eropa.

Rusia Sebut Ukraina Blokir Pasokan Air ke Wilayah Crimea Sejak 2014

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia