logo


Rusia Sebut Ukraina Blokir Pasokan Air ke Wilayah Crimea Sejak 2014

Rusia telah mengirimkan surat gugatan kepada Pengadilan Tinggi Eropa untuk Hak Asasi Manusia, dimana dalam surat tersebut mereka menuding Ukraina sudah memblokir pasokan air untuk wilayah Semenanjung Crimea

22 Juli 2021 21:15 WIB

Sebuah kanal di wilayah Semenanjung Crimea
Sebuah kanal di wilayah Semenanjung Crimea Reuters

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Pemerintah Rusia menyebut Ukraina telah memblokir suplai air ke wilayah Semenanjung Crimea, sebuah wilayah yang sudah diduduki oleh Rusia sejak 2014 lalu. Hal itu disampaikan oleh Moskow dalam surat gugatan yang mereka kirimkan kepada Pengadilan Tinggi Eropa untuk Hak Asasi Manusia pada Kamis (22/7).

Dalam sebuah pernyataan tertulisnya, pemerintah Rusia mengatakan bahwa mereka sudah menyampaikan keluhan mereka kepada Pengadilan Tinggi Eropa untuk Hak Asasi Manusia atas tindak kekerasan yang terjadi di wilayah Kiev dan Odessa di tahun 2014 lalu serta terkait tewasnya ribuan orang dalam perang saudara yang terjadi di wilayah timur Ukraina.

Sementara itu, Ukraina mengatakan bahwa surat gugatan yang dilayangkan oleh Moskow tersebut merupakan salah satu propaganda Rusia.


AS Berharap Korea Utara Bersedia Lanjutkan Pembicaraan soal Denuklirisasi

Menteri Hukum Ukraina Denys Malyuska mengatakan bahwa Rusia hanya akan menghadapi kekalahan dalam persidangan tersebut, dan menyebut keluhan Rusia itu sebagai "mitos".

"Anda tidak dapat menyebut langkah ini sepenuhnya tidak berarti...Gugatan ini akan menciptakan sebuah platform media tambahan untuk mencuci otak (orang-orang)," kata Malyuska dalam postingan Fecebooknya.

Seperti diketahui, hubungan bilateral Rusia-Ukraina mulai memburuk sejak 2014 lalu, saat Moskow menduduki wilayah Semenanjung Crimea yang diakui oleh komunitas internasional sebagai wilayah Ukraina. Rusia juga mendukung gerakan separatis di wilayah Ukraina timur, dimana hal itu memicu kecaman dan sanksi dari negara-negara barat.

 

Tentara Perancis Berhasil Eliminasi Dua Anggota Teroris Afiliasi ISIS di Mali

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia