logo


Dianggap Dukung Gerakan Pembangkangan, Sejumlah Dokter di Myanmar Ditangkap Junta Militer

Sejak aksi kudeta dilakukan oleh junta militer pada 1 Februari lalu, warga sipil Myanmar menggelar gerakan pembangkangan yang didukung oleh sejumlah pihak, termasuk para dokter dan tenaga medis

22 Juli 2021 19:30 WIB

Relawan Covid-19 di Myanmar
Relawan Covid-19 di Myanmar Reuters

YANGON, JITUNEWS.COM - Junta militer Myanmar dituding telah menangkap sejumlah dokter yang menangani pasien Covid-19 karena telah mendukung gerakan pembangkangan masyarakat sipil pasca aksi kudeta 1 Februari.

Dilansir dari Reuters, sejak junta militer melakukan aksi kudeta untuk menggulingkan pemerintahan terpilih yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi pada awal Februari lalu, warga sipil Myanmar terus menggelar aksi protes yang juga diikuti dengan gerakan pembangkangan sipil. Sejumlah aktivis mengatakan bahwa banyak dokter dan petugas medis yang sudah ditangkap oleh junta militer karena dianggap mendukung gerakan pembangkangan tersebut.

Guna membantu warga yang terinfeksi Covid-19, sejumlah dokter yang ikut berpartisipasi dalam kampanye anti-junta militer telah menggelar tele-medicine dan kunjungan ke rumah pasien secara gratis.


Kasus Covid-19 di Indonesia Masih Tinggi, WHO Minta Aturan PPKM Diperketat dan Diperpanjang

Namun, menurut laporan media dan keterangan sejumlah dokter, setidaknya sembilan dokter relawan di Yangon dan Mandalay telah ditangkap dan ditahan oleh junta militer Myanmar selama beberapa pekan terakhir.

Sementara tim informasi Dewan Administrasi Negara yang dikuasai oleh militer telah mengeluarkan pernyataan yang menyangkal laporan bahwa lima dokter telah ditangkap di Yangon. Namun, mereka tidak menyinggung dugaan penangkapan dokter yang aktif dalam gerakan pembangkangan sipil di kota Mandalay.

Angka Kematian Covid-19 Tinggi Terus, Satgas: Ini Tak Bisa Ditolerensi Lagi!

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia