logo


Rusia Sebut Hampir Semua Wilayah Afghanistan Utara Sudah Dikuasai Taliban

Rusia khawatir memburuknya situasi konflik di Afghanistan secara langsung berdampak terhadap situasi keamanan negara-negara di Asia Tengah

22 Juli 2021 15:59 WIB

Pejuang Taliban
Pejuang Taliban Sputniknews

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Andrey Rudenko pada Kamis (22/7) mengatakan bahwa kelompok militan Taliban telah menguasai hampir seluruh wilayah perbatasan Afghanistan-Tajikistan.

Ia juga mengatakan bahwa sejumlah provinsi di kawasan utara Afghanistan saat ini telah berubah menjadi zona konflik baru antara Taliban dengan pasukan pemerintah Afghanistan, ditengah penarikan pasukan koalisi AS.

"Konsekuensi dari penarikan pasukan AS dan sejumlah negara NATO secara tergesa-gesa dari Afghanistan saat ini semakin jelas: situasi di sejumlah provinsi di utara (Afghanistan) yang sebelumnya relatif tenang kini berubah menjadi titik api (zona konflik). Taliban hampir secara penuh mengendalikan perbatasan (Afghanistan) dengan Tajikistan. Sejumlah organisasi teroris internasional, seperti cabang ISIS dan Al Qaeda juga mendapat pijakan," kata Rudenko dalam sebuah wawancara dengan Sputniknews.


Petinggi Militer AS Bilang Separuh Distrik di Afghanistan Jatuh ke Tangan Taliban

Ia menambahkan bahwa kelompok militan dari zona konflik di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara juga mulai dipindahkan ke Afghanistan.

"Orang-orang dari negara Asia Tengah secara aktif direkrut untuk begabung dengan organisasi-organisasi (teroris) semacam itu. Produksi obat-obatan terlarang juga mencapai titik tertinggi," lanjutnya.

Menurut Rudenko, memburuknya situasi keamanan di Afghanistan tersebut juga menjadi ancaman langsung bagi kawasan Asia Tengah.

"Kami berbagi kekhawatiran yang sama dengan negara-negara tetangga di kawasan. Pentingnya menjaga upaya yang terkoordinasi untuk meminimalisir dampak negatif yang kemungkinan kita alami," tambahnya.

Oleh karena itu, ia memastikan bahwa Rusia akan mengambil tindakan untuk mencegah terjadinya agresi militer di Tajikistan dengan terus mendukung kemampuan pertahanan negara yang berbatasan langsung dengan Afghanistan tersebut.

"Jika diperlukan, Federasi Rusia akan mengambil semua langkah untuk mencegah agresi atau provokasi teritorial sesuai dengan semangat kerjasama dan aliansi strategis Rusia-Tajikistan," tutupnya.

Punya Hak Veto, Erdogan Tegaskan Siprus Nggak Bakal Bisa Gabung dengan NATO Tanpa Ijin Turki

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia