logo


Soal Sanksi Pidana bagi Pelanggar Prokes, Gerindra: Sangat Tidak Layak

Pemprov DKI Jakarta menambah sanksi 3 bulan penjara bagi pelanggar protokol kesehatan yang sudah berulang kali melanggar

22 Juli 2021 10:45 WIB

Habiburokhman
Habiburokhman Twitter @habiburokhman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemprov DKI Jakarta menambah sanksi 3 bulan penjara bagi pelanggar protokol kesehatan yang sudah berulang kali tidak menggunakan masker dalam Perda Covid-19.

Anggota DPR Fraksi Gerindra, Habiburokhman, tidak setuju dengan sanski tersebut. Menurutnya, sanksi tersebut tidak tepat.

"Ancaman hukuman pidana penjara bagi pelanggar prokes dalam raperda Covid-19 DKI Jakarta dan beberapa provinsi lain menurut saya tidak tepat karena tidak sesuai dengan situasi dan dinamika penegakan hukum saat pandemi ini," kata Habiburokhman, kepada wartawan, Kamis (22/7).


Ingatkan Kluster Keluarga, Jokowi: Kuncinya Pakai Masker

Habiburokhman mengatakan bahwa saat ini pengendalian penyebaran Covid-19 di lapas sulit karena over kapasitas. Menurutnya, dengan tambahan sanksi pidana akan menambah persoalan.

Saat ini kita kesulitan mengendalikan penyebaran covid di lapas/rutan yang sejak lama memang sudah sangat over kapasitas, karenanya beberapa waktu lalau ada kebijakan asimilasi dan pembebasan bersyarat kepada para napi demi menekan angka penyebaran covid di sana," ujarnya.

"Selain itu Kepolisin dan Kejaksaan juga menerapkan kebijakan penahanan yang sangat selektif demi mengurangi potensi penyebaran covid. Kalau sekarang dalam Perda diterapkan sanksi pidana, maka akan semakin menambah persoalan antisipasi penyebaran Covid di penjara," lanjutnya.

Sebut Gaji Nakes di Inggris Naik 3%, Fadli Zon: Di Sini Masih Banyak Insentif Nakes Belum Dibayar

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata