logo


Soal Istilah PPKM Level 4, PAN: Tidak Membuat Orang Akan Semakin Paham dan Patuh

Saleh mengatakan bahwa jika perlu nama tidak dirubah hanya kebijakannya yang diperbaiki

22 Juli 2021 09:07 WIB

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah mengganti nama PPKM Darurat menjadi PPKM level 3-4. Ketua DPP Partai PAN, Saleh Pertaonan Daulay, menilai pemerintah tidak perlu melakukan pergantian nama.

"Saya menilai pemerintah tidak perlu melakukan pergantian nama. Sebab, pergantian nama itu bisa jadi membuat orang tidak paham. Akibatnya, banyak yang tidak bisa mengikuti dan melaksanakannya," kata Saleh kepada wartawan, Rabu (21/7).

Menurutnya, jika ada yang perlu ditambah lebih baik menambah jangkauan pembatasannya. Anggota Komisi IX ini menilai pergantian nama tidak membuat orang semakin patuh.


TKA Dilarang Masuk ke RI 2 Hari Lagi, Yasonna: Nggak Fair, Lagi Terbang Kita Deportasi

"Kalau misalnya ada yang mau ditambah, berarti yang ditambah adalah jangkauan pembatasannya. Bisa lebih ketat, lebih longgar, atau lebih luas. Karena itu, tidak perlu mengganti nama. Cukup penjelasan terkait dengan jangkauan dan hal-hal baru di dalam PPKM itu," ujarnya.

"Misalnya, dulu mal bisa dibuka sampai jam 21.00. Sekarang, mal tidak boleh dibuka sama sekali. Nah, aturan ini yang ditambahkan. Namanya ya tetap sama. Toh, menurut saya, perubahan nama itu tidak membuat orang akan semakin paham dan semakin patuh," lanjut Saleh.

Saleh mengatakan bahwa jika perlu nama tidak dirubah hanya kebijakannya yang diperbaiki.

"Nah, kalaupun ada perubahan kebijakan, namanya boleh sama. Hanya, ketentuannya yang diperbaiki. Kalau perlu, dibuat skala pengetatannya. Misalnya, antara 1 sampai 10. Nah, sekarang ini misalnya tingkat pengetatannya 10. Setelah tanggal 25 nanti, bisa kembali ke angka 5 atau 6," pungkasnya.

Tak Ingin Warga Mengeluh Soal Bansos PPKM, Kapolri Minta Penyaluran Dipercepat

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata