logo


Cuitan 'Muazin' Jokowi Jadi Sorotan, Wantim MUI: Persoalan Fiqih Mengemuka karena Ada Keanehan

Wantim MUI mengatakan bahwa mayoritas ulama sepakat tidak ada azan maupun iqomah dalam pelaksanaan salat Idul Adha.

22 Juli 2021 08:35 WIB

Ketua Biro Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional KH Muhyiddin Junaidi
Ketua Biro Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional KH Muhyiddin Junaidi Dok. Jitunews/Nurman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhyiddin Junaidi turut menanggapi cuitan Presiden Joko Widodo yang menyebut muazin di salat Idul Adha adalah anggota Paspampers. Ia mengatakan bahwa mayoritas ulama sepakat tidak ada azan maupun iqomah dalam pelaksanaan salat Idul Adha.

"Memang dalam teologi/fiqih Islam mayoritas ulama sepakat tak ada azan dan iqomat pada salat Idul Fitri atau Adha. Keduanya salat sunnah muakadah. Begitu juga tak ada salat salat sunnah qobliyah," kata Muhyiddin kepada wartawan, Rabu (21/7/2021.

Ia mengatakan bahwa polemik azan merupakan suatu persoalan fiqih. Dimana, menurutnya, persoalan tersebut akan menjadi sorotan banyak pihak karena terlihat aneh.


Ribuan Paket Kurban Disebar Dewan Syura PKB di Jawa Barat

"Persoalan fiqih ini mengemuka karena adanya keanehan," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pandangan terkait azan masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Namun menurutnya, azan di salat sunnah hanya ada pada salat gerhana.

"Ucapan 'ashalat jamiah' hanya ada di salat gerhana matahari atau bulan," pungkasnya.

Sebelumnya, cuitan Jokowi di media sosia Twitter terkait muazin di Salat Idul Adha dikritik oleh banyak orang. Netizen heran mengapa ada muazin dalam salat Idul Adha.

"Salat Idul Adha pagi ini di halaman Istana Bogor dengan jamaah terbatas. Bertindak sebagai muazin, imam, dan khatib adalah anggota Paspampres.
Kata sang khatib, 'semua cobaan dapat kita lalui dengan baik bila dihadapi dengan sabar'," tulis Jokowi, Selasa (20/7/2021).

Serang Balik Netizen yang Persoalkan Cuitan 'Muazin' Jokowi, Menag: Sudah Belajar Belum?

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati