logo


Serang Balik Netizen yang Persoalkan Cuitan 'Muazin' Jokowi, Menag: Sudah Belajar Belum?

Yaqut menjelaskan bahhwa muazin bisa dimaknai sebagai seseorang yang memberi tanda salat dimulai

22 Juli 2021 04:30 WIB

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyerang balik netizen yang mempermasalahkan cuitan Presiden Joko Widodo yang menyebut muazin di salat Idul Adha adalah anggota Paspampres. Ia lantas menjawab keheranan netizen yang mempertanyakan kenapa ada muazin dalam ibadah salat Idul Adha.

"Yang mempertanyakan sudah belajar belum? Muazin dan bilal itu sebutan yang sama untuk mereka yang memiliki suara lantang dan fasih. Bukan hanya kumandang azan, tetapi juga memberi tanda salat dimulai. Kalau di salat Id, muazin atau bilal, dia yang mengomando: assolaatu jaami'ah...," kata Yaqut seperti dilansir detikcom, Rabu (21/7/2021).

Yaqut lantas menjelaskan bahhwa muazin bisa dimaknai sebagai seseorang yang memberi tanda salat dimulai. Namun secara harfiah berarti orang yang mengumandangkan azan. Sementara bilal adalah yang bisa mengumandangkan azan merujuk kepada nama sahabat nabi yang pertama kali mengumandangkan azan.


Rektor UI Diizinkan Rangkap Jabatan Komisaris BUMN. IPO: Jokowi Rusak Demokrasi Kampus

"Jadi, secara harfiah, muazin itu artinya orang yang mengumandangkan azan. Bilal itu tafa'ulan kepada sahabat Bilal, sahabat Nabi yang pertama kali mengumandangkan azan," jelasnya.

Sebelumnya, cuitan Jokowi di media sosia Twitter terkait muazin di Salat Idul Adha dikritik oleh banyak orang. Netizen heran mengapa ada muazin dalam salat Idul Adha.

"Salat Idul Adha pagi ini di halaman Istana Bogor dengan jamaah terbatas. Bertindak sebagai muazin, imam, dan khatib adalah anggota Paspampres.
Kata sang khatib, 'semua cobaan dapat kita lalui dengan baik bila dihadapi dengan sabar'," tulis Jokowi seperti Selasa (20/7/2021).

 

Ribuan Paket Kurban Disebar Dewan Syura PKB di Jawa Barat

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati