logo


Kemenlu China Dukung Petisi agar WHO Gelar Investigasi Covid-19 di AS

Juru bicara Kemenlu China menilai petisi yang ditanda-tangani oleh jutaan warga China kepada WHO tersebut telah menunjukkan rasa marah warga China terhadap manipulasi politik yang selama ini disebarkan oleh politisi AS terkait asal usul Covid-19

21 Juli 2021 21:31 WIB

Juru Bicara Pemerintah China, Zhao Lijian
Juru Bicara Pemerintah China, Zhao Lijian SCMP

BEIJING, JITUNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri China mendukung petisi yang diserukan oleh lebih dari 4,7 juta warga China agar WHO menggelar investigasi guna mengusut asal usul virus Covid-19 di fasilitas laboratorium di Fort Detrick, Maryland, Amerika Serikat.

Juru bicara Kemenlu China, Zhao Lijian mengatakan bahwa rakyat China sudah menyampaikan sebuah pesan yang sangat jelas dengan penandatanganan petisi yang dibuat oleh media China, The Global Times, yang mana mendesak WHO untuk menggelar penelitian untuk mengungkap asal usul virus Covid-19 di laboratorium Fort Detrick.

"Dalam kurun waktu kurang dari lima hari, sekitar lima juta warga telah China berpartisipasi. Meningkatnya jumlah tersebut mewakili aspirasi warga China dan menunjukkan kemarahan mereka terhadap sejumlah orang di Amerika Serikat yang sudah menyebarkan manipulasi politik melalui isu yang sebenarnya sangat bisa dilacak," kata Zhao, dikutip RT.com.


Rusia Bilang Negara ASEAN dan TimTeng Banyak yang Tertarik Beli Pesawat Tempurnya

Zhao mengatakan bahwa pemerintah AS bertanggung jawab untuk menggelar investigasi di laboratorium Fort Detrick. Ia mengklaim bahwa laporan atas sebuah penyakit pernafasan misterius yang menyebabkan gejala pneumonia telah menyebar di wilayah negara bagian Virginia pada pertengahan musim panas 2019, serta keputusan pemerintah AS untuk menutup fasilitas laboratorium Fort Detrick tersebut sangat mencurigakan sehingga perlu diinvestigasi.

Petisi tersebut diluncurkan sejak pekan lalu usai Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus meminta pemerintah China untuk lebih transparan dalam menyediakan data kasus awal penyebaran wabah Covid-19 di China.

"Kami meminta China untuk transparan dan terbuka serta kooperatif," kata Tedros dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Kamis (15/7).

"Kita berhutang kepada jutaan orang yang menderita dan jutaan lainnya yang sudah tewas untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," tambahnya.

Snowden Bilang Nomer Telepon Orang Amerika Bisa Jadi Sasaran Spionase Israel

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia