logo


Snowden Bilang Nomer Telepon Orang Amerika Bisa Jadi Sasaran Spionase Israel

Edward Snowden mengatakan bahwa teknologi yang dimiliki oleh NSO Group dapat digunakan untuk memata-matai smartphone yang berada di wilayah Amerika Serikat

21 Juli 2021 20:30 WIB

Edward Snowden
Edward Snowden istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Salah satu pembocor rahasia pemerintah Amerika Serikat, Edward Snowden, mengklaim jika nomor telepon Amerika Serikat dapat menjadi sasaran spionase menggunakan malware Pegasus. Pernyataan tersebut ia sampaikan usai perusahaan teknologi asal Israel, NSO Group, mengklaim jika teknologi pengawasan mereka "Pegasus Project" tidak dapat digunakan untuk memata-matai smartphone yang menggunakan nomor simcard Amerika Serikat.

"Klaim NSO bahwa teknologi mereka tidak mungkin bisa memata-matai nomer telepon Amerika adalah sebuah kebohongan," kata Snowden, yang merupakan mantan pegawai kontraktor Agen Keamanan Nasional AS (NSA), dalam postingan Twitternya.

Ia menjelaskan bahwa "kode negara yang bukan target NSO" dapat dengan mudah di-bypassed. Snowden mengatakan bahwa satu-satunya solusi untuk menghentikan tindak pengawasan ilegal dengan menggunakan spyware ini adalah dengan "melarang perdagangan" dengan pihak NSO Group.


Berbagi Ruang Tahanan dengan Ratusan Penderita Covid-19, Tapol Myanmar Hembuskan Nafas Terakhir

"NSO tidak punya cara untuk mengetahui jika seseorang sudah melakukan (peretasan terhadap mereka) di masa lalu atau melanjutkan aktivitas tersebut hingga saat ini. Kode yang tereksploitasi ini dapat dengan mudah diambil dan disalin. Seperti halnya dengan sebuah virus biologis, ini hanya perlu mengambil satu infeksi digital untuk kemungkinan penyebaran kembali atau mutasi. (Oleh karena itu) Larang perdagangan (dengan NSO)," tambahnya.

Sebelumnya, dalam sebuah sesi wawancara dengan media Inggris, The Guardian, Snowden juga mengklaim jika warga biasa tidak dapat melakukan apa-apa untuk melindungi ponsel mereka dari peretasan.

"Ada sejumlah industri, dan sektor tertentu yang tidak terlindungi, oleh karena itu kita berupaya membatasi pemanfaatan teknologi-teknologi semacam ini. Kita tidak akan mengijinkan senjata nuklir dijual di pasar komersial," ungkapnya.

Rusia Bilang Negara ASEAN dan TimTeng Banyak yang Tertarik Beli Pesawat Tempurnya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia