logo


Berbagi Ruang Tahanan dengan Ratusan Penderita Covid-19, Tapol Myanmar Hembuskan Nafas Terakhir

Seorang tahanan politik Myanmar, yang merupakan mantan penasihat Aung San Suu Kyi, meninggal dunia usai dinyatakan positif terinfeksi Covid-19

21 Juli 2021 19:23 WIB

Ilustrasi Tahanan politik di Myanmar
Ilustrasi Tahanan politik di Myanmar istimewa

YANGON, JITUNEWS.COM - Seorang tokoh penasihat pemimpin pemerintahan Myanmar yang digulingkan, Nyan Win, dikabarkan telah tewas di rumah sakit usai terinfeksi Covid-19 saat diriya ditahan oleh junta militer.

Nyan Win diketahui ditahan di salah satu penjara yang terletak di Yangon, setelah ditangkap pada 1 Februari lalu di saat junta militer tengah melakukan kudeta pemerintahan Myanmar. Ia dipindahkan ke salah satu rumah sakit pada pekan lalu dan teruji positif Covid-19. Hal itu disampaikan oleh Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dalam sebuah pernyataan tertulis.

"Kami berjanji terus berjuang untuk tugas kami yang belum selesai, yaitu menghentikan kediktatoran di negara ini dan membangun sebuah negara Perserikatan Federal Demokratik," kata NLD dalam pernyataan tertulisnya.


Pertempuran Taliban-Afghanistan Meningkat, Rusia Perkuat Basis Militernya di Tajikistan

Partai yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi tersebut juga menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Nyan Win yang dulunya juga menjabat sebagai juru bicara partai.

Partai NLD juga mengatakan bahwa Nyan Win memiliki riwayat diabetes dan tekanan darah tinggi. Selama dalam penahanan, Nyan Win berbagi ruang dengan 375 tahanan yang juga terinfeksi Covid-19 dimana enam diantaranya sudah lebih dahulu meninggal dunia sebelum Nyan Win.

Sementara itu, upaya Myanmar untuk menahan laju peningkatan kasus infeksi Covid-19 saat ini semakin kacau usai terjadinya gelombang pemberontakan warga sipil yang dipicu oleh tindakan junta militer meng-kudeta pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.

Menurut Kementerian Kesehatan Myanmar yang kini dikuasai oleh junta militer, jumlah warga yang sudah menerima suntikan vaksinasi Covid-19 baru 1,6 juta jiwa dari total penduduk Myanmar yang mencapai 54 juta jiwa.

 

Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan, Prajurit Veteran: Kita Telah Kalah Perang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia