logo


Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan, Prajurit Veteran: Kita Telah Kalah Perang

AS sepakat untuk mengakhiri perang terpanjang dalam sejarah mereka dengan memutuskan untuk menarik seluruh personil tentaranya dari Afghanistan awal September mendatang

21 Juli 2021 18:51 WIB

Pasukan AS
Pasukan AS CGTN

LOS ANGELES, JITUNEWS.COM - Seorang mantan anggota pasukan khusus Marinir AS, Jason Lilley, mengakui bahwa sejumlah peperangan yang dijalani oleh Amerika Serikat selama dua dekade terakhir ini, baik di Irak maupun Afghanistan, telah berakhir dengan sia-sia alias gagal total.

Dilansir dari Reuters, personil tentara veteran AS tersebut mengaku kecewa dengan keputusan para politisi AS yang memaksakan untuk berperang di Irak dan Afghanistan padahal mereka paham jika perang tersebut tidak akan bisa dimenangkan.

"Seratus persen kita telah kalah perang," kata Lilley dalam sebuah wawancara dikutip Reuters.


Cegah Penularan Covid-19, Warga Australia Diminta Tak Mengobrol dengan Orang Lain di Tempat Umum

"Poin keseluruhannya adalah untuk menyingkirkan Taliban dan kami gagal melakukannya. Taliban justru yang akan mengambil alih (Afghanistan)," tambahnya.

Seperti diketahui serangan teroris Al Qaeda yang terjadi pada 11 September 2001 telah memicu AS dan negara sekutunya untuk menginvasi Afghanistan. Selama dua dekade tersebut, lebih dari 3.5000 pasukan koalisi AS dan lebih dari 47 ribu warga sipil Afghanistan terbunuh sementara 2,7 juta warga lainnya terpaksa melarikan diri dari negara tersebut.

"Apakah itu sebanding? Ini sebuah pertanyaan besar," kata Lilley, yang sudah diterjunkan ke garis depan, baik di Irak dan Afghanistan selama hampir 16 tahun.

"Saya tidak berpikir itu sebanding dengan satu nyawa, baik untuk kedua pihak," tukasnya.

 

Pertempuran Taliban-Afghanistan Meningkat, Rusia Perkuat Basis Militernya di Tajikistan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia