logo


81 Kasus Infeksi Covid-19 Terdeteksi di Olimpiade Tokyo

Panitia pelaksana Olimpiade Tokyo melaporkan adanya kasus infeksi Covid-19 dari sejumlah orang yang terlibat dalam ajang olahraga tersebut, baik atlet, tim pendamping, maupun kontraktor

21 Juli 2021 16:30 WIB

Olimpiade
Olimpiade istimewa

TOKYO, JITUNEWS.COM - Panitia pelaksana ajang olahraga internasional, Olimpiade Tokyo, pada Rabu (21/7) mengumumkan bahwa pihaknya kembali menemukan sepuluh orang yang ikut serta dalam event olahraga tersebut, termasuk sejumlah atlet, teruji positif terinfeksi Covid-19. Dengan hal itu, jumlah peserta kontingen yang tertular virus Covid-19 kini mencapai 81 orang.

Pihak panitia menambahkan bahwa di kamp pelatihan yang berlokasi di luar kota Tokyo, dimana empat atlet dan sejumlah personil pendamping juga sudah tertular infeksi Covid-19.

Semua atlet yang teruji positif Covid-19 tersebut bukan berasal dari Jepang, dan negara asal para atlet yang terinfeksi tidak dijelaskan secara rinci dalam pengumuman tersebut.


Turki Ingin Ambil Alih Bandara Kabul di Afghanistan, Erdogan Minta Dukungan dari AS

Selain atlet, pemeriksaan yang dilakukan terhadap anggota kontingen tim luar negeri yang tiba di Jepang pada awal Juli lalu juga mengungkap satu kasus infeksi Covid-19, serta delapan kasus infeksi yang terdeteksi diantara para kontraktor yang bekerja dalam ajang olahraga tersebut di Tokyo.

Sebelumnya, Menurut survei yang dilakukan oleh Reuters, hampir 70 persen perusahaan Jepang menginginkan agar Olimpiade Tokyo untuk dibatalkan atau kembali ditunda. Para pelaku bisnis dan rakyat Jepang khawatir jika ajang Olimpiade dapat meningkatkan potensi penyebaran wabah Covid-19 di negaranya.

"Tidak mungkin Olimpiade dapat terus dilanjutkan dibawah situasi dan kondisi seperti ini," kata seorang manajer perusahaan logam yang tidak disebut namanya dalam survey tersebut.

"Tidak ada satu pun hal yang dilakukan oleh pemerintah (Jepang) yang terencana dengan baik," tambahnya.

Dianggap Terlibat Korupsi, Mantan Presiden dan Ibu Negara Honduras Dilarang Masuk Wilayah AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia