logo


Turki Ingin Ambil Alih Bandara Kabul di Afghanistan, Erdogan Minta Dukungan dari AS

Presiden Turki mengatakan bahwa Amerika Serikat harus memberikan dukungan bagi rencana mereka untuk menjalankan dan menjaga keamanan bandar udara Kabul usai pasukan asing ditarik keluar dari Afghanistan

21 Juli 2021 15:30 WIB

Bandara Kabul, Afghanistan
Bandara Kabul, Afghanistan istimewa

ANKARA, JITUNEWS.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta dukungan finansial, logistik dan diplomatik dari pemerintah Amerika Serikat, sehingga Turki dapat menjalankan sekaligus menjaga keamanan bandara internasional Kabul usai seluruh pasukan asing ditarik keluar dari wilayah Afghanistan.

Seperti diketahui, Turki telah mengajukan diri untuk menerjunkan pasukan militernya ke bandara yang terletak di ibukota Afghanistan tersebut usai seluruh pasukan koalisi NATO ditarik keluar. Turki juga telah membahas rencana tersebut dengan Amerika Serikat beberapa pekan belakangan ini.

Erdogan sendiri juga sudah membahas mengenai isu tersebut dengan Presiden AS Joe Biden secara empat mata di sela-sela KTT NATO yang digelar Juni lalu.


Erdogan Minta Taliban Berhenti Jajah Afghanistan

"Jika kondisi ini dapat tercapai, kami berpikir untuk mengambil alih manajemen bandara Kabul," kata Erdogan, dikutip Al Jazeera.

"Akan ada kesulitan finansial dan administratif yang serius...(Sehingga AS) perlu memberikan dukungan bagi Turki," tambahnya.

Turki berharap misi mereka mengamankan bandar udara Kabul tersebut dapat membuat hubungan bilateral Ankara-Washington menjadi lebih baik usai sempat bersitegang karena Turki nekat membeli sistem pertahanan udara buatan Rusia, S-400.

Erdogan juga meminta Taliban untuk bersedia menerima rencana Turki tersebut.

"Taliban, yang sudah melakukan pembicaraan dengan Amerika, seharusnya dapat membicarakan isu ini dengan Turki secara lebih nyaman," lanjutnya.

Sementara itu, pihak Taliban, yang belakangan ini terus melakukan pergerakan agresif dan mengambil alih sejumlah kawasan di wilayah perbatasan Afghanistan, sebelumnya sudah memperingatkan Turki untuk tidak merealisasikan rencana tersebut.

PM Irak Minta Pasukan Tempur AS Angkat Kaki dari Wilayahnya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia