logo


36 Masjid di DKI Gelar Salat Idul Adha, Muhammadiyah: Tidak Mudah, Itu Masalah Keyakinan

Muhammadiyah sebut mayoritas masjid di DKI Jakarta sudah mengikuti aturan pemerintah dengan tidak menggelar salat Idul Adha

21 Juli 2021 08:34 WIB

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu\'ti.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti menanggapi laporan yang diterima Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang menyatakan 36 masjid di DKI Jakarta menggelar salat Idul Adha di saat PPKM Darurat. Menurutnya, salat Idul Adha di masjid atau tidak adalah masalah keyakinan.

"Soal Idul Adha merupakan masalah keyakinan. Tidak mudah untuk meyakinkan masyarakat agar tidak melaksanakan salat di masjid," kata Abdul Mu'ti kepada wartawan, Selasa (20/7/2021).

Ia menilai bahwa imbauan agar tidak salat Idul Adha di masjid mengandung banyak tafsir. Contohnya, kata dia, boleh salat di masjid untuk zona hijau ataupun sepanjang menerapkan protokol kesehatan.


Jokowi Resmi Perpanjang PPKM Darurat, Epidemiolog: Ini Soal Nyawa Manusia

"Selain itu, fatwa dan imbauan MUI dan beberapa ormas Islam juga multitafsir. Misalnya, pernyataan 'boleh untuk zona hijau atau kuning'. Atau, 'tidak masalah sepanjang mematuhi protokol kesehatan'," ujarnya.

Meski demikian, ia menilai bahwa mayoritas masjid di DKI Jakarta sudah mengikuti aturan pemerintah dengan tidak menggelar salat Idul Adha. Ia menyebut umat Islam mendukung pemerintah untuk menekan penyebaran virus corona.

"Tapi, saya kira sudah terjadi banyak sekali perubahan. Sebagian besar masjid tidak menyelenggarakan salat Idul Adha. Itu pertanda bahwa umat Islam mendukung imbauan pemerintah dan ormas Islam. Semoga tidak terjadi penularan COVID-19 dari tempat pelaksanaan shalat," pungkasnya.

Warga Nekat Salat Idul Adha di Masjid, Anies: Sadarilah Rumah Sakit Sudah Penuh!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati