logo


Akui PPKM Darurat Berdampak Ekonomi, Satgas Pastikan Relaksasi sebagai Solusi

Relaksasi disebut sebagai cara termudah dan termurah untuk mengembalikan kegiatan ekonomi masyarakat

21 Juli 2021 04:30 WIB

Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengakui bahwa kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membutuhkan sumer daya yang besar. Selain itu, juga berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya kebijakan tersebut tidak bisa terus-menerus diterapkan.

"Upaya-upaya ini tidak akan cukup dan pengetatan, tidak akan dilakukan secara terus menerus karena membutuhkan sumber daya yang sangat besar dengan risiko korban jiwa yang terlalu tinggi serta berdampak secara ekonomi," kata Wiku dalam YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7/2021).

Menurutnya, relaksasi harus dilakukan sebagai cara termudah dan termurah untuk mengembalikan kegiatan ekonomi masyarakat. Namun, ia tidak menjelaskan secara detail kapan relaksasi tersebut akan diberlakukan.


Diperpanjang atau Tidak, Pastikan PPKM Darurat adalah Solusi untuk Rakyat

"Tentunya pada suatu titik kita harus melakukan relaksasi," ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Ia tidak ingin relaksasi disalah artikan sebagai kondisi aman sehingga masyarakat abai dan lengah. Ia juga mengingatkan kepada pemerintah agar keputusan relaksasi diambil dengan persiapan matang sehingga tidak berpotensi melonjaknya kasus Covid-19.

"Kedua hal ini mnejadi kunci terlaksananya relaksasi yang efektif dan aman serta tidak memicu kasus kembali melonjak," pungkasnya.

Mahasiswa Ambon Tuntut PPKM Dicabut & Jokowi Mundur, Denny Siregar: Kelihatan Banget Politisnya, Basi!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati