logo


Anies Selalu Tak Punya Solusi, Ferdinand: Semoga Ini yang Terakhir Jakarta Punya Gubernur Tak Bisa Kerja

Ferdinand menyesalkan Anies tak menghadirkan solusi di tengah kedaruratan Covid-19.

20 Juli 2021 16:04 WIB

Ferdinand Hutahaen.
Ferdinand Hutahaen. rmol.co

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean berharap DKI Jakarta ke depan tak lagi dipimpin oleh sosok seperti Anies Baswedan. Pasalnya, Anies sebagai gubernur dinilai tidak bisa kerja sama sekali.

Hal itu menanggapi pernyataan Anies tentang banyaknya pasien Covid-19 yang mengantre untuk memperoleh perawatan rumah sakit.

Ferdinand menilai Anies selama ini hanya bertindak sebagai juru bicara, bukan membuat terobosan untuk menangani persoalan. Dia menyesalkan Anies tak menghadirkan solusi di tengah kedaruratan Covid-19.


Demokrat Dorong Pemerintah Tegas Larang WNA India dan China Masuk Indonesia

“Bukan sekali dua kali saya bilang kualitas dan kapabilitas orang ini hanya juru bicara yang tak mampu membuat terobosan kebijakan menanggulangi masalah,” cuitnya lewat akun Twitter @FerdinandHaean3, dikutip Selasa (20/7).

“Lihatlah bagaimana Anies hanya menyampaikan masalah tapi tak punya solusi,” cetusnya.

Oleh karena itu, eks politisi Partai Demokrat ini mendoakan agar DKI Jakarta kelak mendapat pemimpin yang jauh lebih baik ketimbang Anies.

“Semoga ini yang terakhir bagi Jakarta punya Gubernur tak bisa kerja,” tandas Ferdinand.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan selama beberapa minggu belakang, banyak pasien Covid-19 yang datang ke RS, tapi RS dalam kondisi penuh.

"Jadi banyak sekali selama beberapa minggu ini masyarakat yang datang ke rumah sakit tetapi rumah sakit dalam posisi yang penuh," kata Anies di Monas, Senin (19/7).

Anies menjelaskan, ada 1.900 orang yang menunggu untuk mendapatkan kamar di RS, sementara ada 1.400 orang yang mengantre untuk bisa masuk ke IGD di lorong-lorong RS.

"Jadi yang mengantre, yang berada di IGD, menunggu bisa masuk kamar itu sekitar 1.900 orang, lalu yang mengantre untuk bisa masuk IGD ada di lorong-lorong puskesmas, di rumah-rumah itu bisa sampai sekitar 1.400 orang, karena keterbatasan kapasitas rumah sakit," terang dia.

Menteri Jokowi Minta Maaf soal Covid, Demokrat: Hanya Lips Service, Selama Buzzer Masih Merajalela

Halaman: 
Penulis : Iskandar